Senin, 03 November 2014

Tips Menulis Esai Motivasi Kompetisi, Beasiswa, dan Konferensi



Seiring dengan semakin terbukanya informasi terkait kompetisi, kegiatan kepemimpinan, konferensi pemuda baik nasional atau internasional, pendaftaran beasiswa juga semakin banyak yang ingin bergabung dengan berbagai hal tersebut. Dalam setiap tahap rekrutmen selalu menuntut pembuatan esai motivasi, berdasarkan pengalaman saat mendaftar Forum Indonesia Muda 13, International Student Week Ilmenau 2013, serta Pengajar Muda 8 Indonesia Mengajar juga materi yang pernah didapatkan, saya ingin mencoba berbagi tentang tips membuat esai motivasi, berikut tipsnya:

1.      Bangun Kepercayaan Pembaca
Dengan mencari tahu seluk-beluk profil yang diinginkan penyelenggara seperti tema sekarang serta tujuan kegiatan tersebut, lalu mencari kemiripan antara tema ini dengan diri kamu, baik itu dengan kegiatan yang pernah/sedang/akan kamu lakukan (pengalaman hidup, rencana hidup ke depan bisa masuk disini). Ini penting karena terkait dengan perwujudan visi kegiatan mereka.
Seperti saat mendaftar Indonesia Mengajar diperlukan seseorang yang memiliki kualitas kepemimpinan global dan kepahaman grass root, maka saya mencoba mencari kemiripian dengan pengalaman hidup sayadan rencana hidup kedepan.
Sumber http://sitinurjanah2093.blogdetik.com/2012/01/09/membangun-kepercayaan-terhadap-orang/



2.     Bangunlah Respek Pembaca
Membangun respek dengan cara menambahkan berbagai catatan prestasi terkait tema sekarang serta profil yang diinginkan penyelenggara. Biasanya tidak secara langsung ada kolom prestasi, tapi menambahkan prestasi di sela-sela esai.

Foto saat Lomba MIPA di Primagama Bima


3.      Otak Kanan dan Kiri
Pembaca esai kita itu ada yang memakai otak kanan dan kiri, otak kanan lebih ke analogi sedang otak kiri lebih ke data, fakta, refrensi. Jika bisa mengkombinasikan keduanya akan sangat baik.
Salah satu kecenderungan dalam menulis esai salah satunya adalah menyertakan quote tokoh hebat, tetapi berhati-hatilah jangan sampai pada akhirnya terjebak pada hal-hal yang terlalu normatif seperti melunasi janji kemerdekaan dan semacamnya, quote itu perlu disandingkan dengan pengalaman hidup yang riil.

4.      Menggunakan STAR (Situation/Task, Action, Result)
Jika diminta menceritakan pengalaman, coba pakai metode STAR, Situation/Task, Action, Result. Metode ini akan memudahkan kita untuk mengurai situasi yang kita hadapi lebih detail, tantangan/kewajiban yang sedang kita hadapi, aksi yang kita lakukan, dan hasil dari aksi kita. Dengan STAR akan semakin mendetailkan peran kita dan pembaca juga akan lebih mengerti jalan cerita.
Sumber http://www.rightattitudes.com/2008/07/15/star-technique-answer-interview-questions/

5.      Cari Refrensi
Coba baca esai bentuk yang serupa, misalkan esai daftar beasiswa,  daftar Indonesia Mengajar, atau kegiatan serupa lain yang juga membutuhkan kekuatan tulisan. Di blog saya ada esai saya saat daftar Indonesia Mengajar dan Forum Indonesia Muda, mungkin itu juga bisa menjadi salah satu refrensi.

6.      Menjawab Pertanyaan Inti
Minimalisir hal yang tidak perlu, kecenderungan kita saat membuat esai itu adalah kita selalu ingin menonjolkan diri dan mengemukakan pendapat kita tentang sesuatu, padahal esai itu berbatas jumlah katanya, jika memang dirasa tidak perlu dan tidak nyambung, alangkah lebih baiknya untuk menahan diri dengan tidak mencantumkannya di esai.

7.      Minta Pendapat
Last but not least, silahkan baca lagi esai kamu dan coba minta teman kamu atau siapapun untuk ikut baca tulisan kamu, minta pendapat mereka.
PM 8 Bima berdiskusi tentang transisi dengan PM 4 dan PM 5

 
Selain memaksimalkan usaha, jangan lupa berdo’a ya!
Sekian tips singkat  ini, semoga bermanfaat dan semoga sukses! ;)

3 komentar:

  1. bang catur pie kabare bima ble ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah baik-baik masbro, tunggu aku di Bandung Juli 2015. :)

      Hapus
  2. assalamu'alaikum ka bagaimana jika tema nya tekad dan usaha dlm menuntut ilmu argumen apa yang harus saya cantumkan !! ?? trimakasih wassalam

    BalasHapus