Jumat, 17 Desember 2010

Mahasiswa Peduli Lingkungan BEM KBM IT Telkom departemen pengabdian masyarakat 2010

Salam Mahasiswa!!
Sahabat mahasiswa, ketika hujan mengguyur kabupaten Bandung. Maka terjadilah bencana yang memang menjadi rutinan di kabupaten ini. Sebenarnya memang ada banyak penyebab, mulai dari daerahnya yang memang cekungan, kurang adanya daerah resapan air, dan hal yang tidak kalah memberikan kontribusi besar dalam banjir adalah sampah. Ini berkaitan dengan budaya dan kebiasaan masyarakat sekitar yang masih banyak membuang sampah di sungai. Oleh karena itu, kami dari BEM IT Telkom, BEM IM Telkom, dan BEM Politeknik Telkom bekerjasama dengan LSM internasional, Global Peace Volunteer(GPV) akan mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan. Adapun legiatan tersebut adalah:
1. 9-15 Oktober 2010, gerakan Power of Rupiah, sebuah gerakan kepedulian kepada sesama dalam bentuk pegumpulan uang dengan menggunakan sebuah box.
2. 16 Oktober 2010, mahasiswa peduli lingkungan, sebuah kegiatan untuk penyelamatan lingkungan untuk masyarakat sekitar kawasan yayasan pendidikan Telkom dimana didalamnya ada beberapa hal yaitu:
• pembukaan
• perbaikan dan atau pembuatan tempat sampah
• bersih-bersih lingkungan
• masak bersama warga.
Oleh karena itu, kami mengajak rekan-rekan Mahasiswa yang peduli kepada lingkungan kita untuk berpartisipasi dalam kedua kegiatan tersebut. Semoga langkah kecil ini bisa membawa kemanfaatan untuk lingkungan, masyarakat, dan bangsa.
Lingkungan kita, tanggung jawab kita bersama!

Belajar Intensif SD Andir dan SD Mekarsari bersama SUJ dan KBM IT Telkom departemen pegabdian masyarakat 2010

Belajar Intensif SD Andir dan SD Mekarsari bersama
SUJ dan KBM IT Telkom

Hujan terus mengguyur kota Bandung selama beerapa hari, seakan enggan untuk berhenti. Dan kejadian yang sama kembali terulang pada tahun ini, banjir. Memang kata ini cukup tidak asing didengar di kota ini, khususnya pada musim penghujan, dan yang mendapat banyak perhatian setiap tahunnya adalah daerah Bandung Selatan. Begitu banyak penyebabnya, salah satunya karena daerah ini adalah daerah yang terletak di daerah cekungan, sehingga air dari daerah Bandung Utara dan sekitarnya berkumpul di tempat ini. Banjir tahun ini termasuk cukup parah apabila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, pada dua tahun yang lalu, pada bulan Desember hujan sudah berhenti, tapi pada tahun ini sampai bulan Maret hujan masih turun dengan lebatnya. Sebenarnya awal Februari banjir sempat turun, tapi di akhir Februari ternyata air kembali naik dan hingga akhir maret air naik-turun tanpa tentu, barulah kira-kira awal April air sudah mulai menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dan berpeluang kecil banjir akan naik kembali.
Karena banjir yang cukup lama dan air banjir yang naik-turun tanpa tentu, bagitu banyak warga yang mengeluh mulai mereka yang tidak dapat mencari nafkah karena tempat kerja kebanjiran, akses ke lokasi kerja terputus, dan tidak sedikit pula petani yang mengalami gagal panen karena tempat bertani mereka terendam banjir. Tidak hanya para orang tua yang mengalami guncangan karena bencana ini, para murid sekolahpun banyak mengalami guncangan, karena mereka tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, mulai dari yang sekolahnya kebanjiran, rumah murid kebanjiran sehingga buku dan berbagai perlengkapan sekolahpun ikut terendam banjir. Ini sungguh menyedihkan, apalagi ketika hal ini terjadi pada murid kelas VI, karena mulai 4 Mei 2010 mereka harus melaksanakan Ujian Nasional, tentu saja hal ini menjadi beban tersendiri untuk siswa, orang tua, dan para guru yang sekolahnya mengalami kebanjiran. Karena murid-murid tersebut bukan hanya ketinggalan waktu belajar, materi pelajaran, tapi kondisi psikis mereka juga cukup terguncang dengan kondisi ini. Dan ternyata Yayasan Satu Untuk Jabar (SUJ) yang dikelola oleh Ibu Gubernur Jawa Barat, Ibu Neti sangat jeli dalam membaca keadaan ini, sehingga muncullah program kegiatan belajar intensif untuk sekolah yag sampai hari ini belum dapat digunakan kegiatan belajar mengajar karena banjir, sehingga mereka terpaksa melaksankannya di UPTD, jalan..........., SD tersebut adalah SD Andir dan SD Mekarsari. Dalam menjalankan program ini, SUJ bekerjasama dangan Keluarga Besar Mahasiswa Institut Teknologi Telkom (KBM IT Telkom).
Kegiatan yang diberi nama......... mempunyai terget.....diawali pada ........berupa launching perpustakan di gedung Juang, Baleendah yang juga dihadiri oleh Ibu Neti beserta Yayasan SUJ, perwakilan SD Andir dan Mekarsari, juga perwakilan relawan dari mahasiswa IT Telkom. Sesuai kondisi anak kelas VI yang telah disebutkan diatas, ada beberapa program yang dijalakan untuk mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena kondisi psikis mereka yang cukup terguncang, sehingga sebelum memulai kegiatan belajar mengajar terdapat kegiatan trauma healing, untuk merefresh mereka, didalamnya terdapat kegiatan berupa motivasi, games, dan beberapa hal lain. Kegiatan ini dilakukan satu kali tiap minggu dan dilaksanakan selama dua kali yaitu pada 3 April dan 10 April, pada pertemuan pertama materi trauma healing lebih ditekankan bahwa mereka harus nyaman dan senang belajar di tempat belajar mereka yang baru karena sebenarnya mereka harus mengejar apa yang jauh di depan, yaitu UN 2010. Untuk pertemuan kedua, karena mereka akan segera memasuki program intensif belajar menuju UN 2010, maka pertemuan ini menekankan bahwa mereka harus lebih semangat belajar dan bisa lebih mengenal teman-teman mereka agar nantinya mereka bisa saling membantu dalam hal balajar, pada pertemuan kedua ini ditutup dengan pengucapan ikrar bersama (dua SD) bahwa mereka akan belajar lebih giat karena ingin membanggakan orang tua dan guru, dan bila tidak mereka harus siap menerima konsekuensi, apapun itu, hal ini berfungsi sebagai triger untuk semua pihak, baik murid, guru, dan stake holdernya.
Untuk mempersiapkan meteri menuju UN 2010, ada program intensif berupa pemberian try out dan pembahasan, kegiatan ini dilakukan mulai 12 April – 1 Mei. Dimana dalam pelaksanannya kegiatan try out dilakukan selama sembilan kali yang tiap minggunya dilaksanakan sebanyak tiga kali sesuai mata pelajaran yang diujikan, yaitu setiap Senin, Rabu, Jum’at. Sedangkan untuk pembahasan dilakukan pada hari Selasa, Kamis, Sabtu. Dan hasil try outnya akan diumumkan setiap hari Sabtu, jadi untuk mereka yang sedang mendapat nilai kurang memuaskan bisa lebih giat lagi belajar untuk try out kedepannya. Dalam teknisnya, untuk lebih mengefektifkan kegiatan ini karena jumlah murid berjumlah 113, maka dalam kegiatan try out dan pembahasan ini dibagi menjadi lima kelompok belajar.
Setelah dilihat hasil nilai try out, ada beberapa nilai yang jelek, dan kita mencoba sharing dengan guru di sekolah tersebut, ternyata salah satu permasalahanna adalah kurangnya dukungan dari orang tua. Karena berdasar pengamatan kami, waktu murid di rumah lebih lama daripada waktu di sekolah, akhirnya kami koordinasi dengan pihak sekolah untuk mengadakan ketemuan dengan orang tua wali murid yang didalamnya akan memberi pengertian kepada para orang tua untuk senantiasa memperhatikan anak belajar dan memberi perhatian lebih untuk anaknya, terutama menjelang UN 2010, dan itu juga didampingi oleh guru di SD tersebut. Untuk SD Mekarsari dilaksanakan pada 24 April 2010 dan SD Andir diadakan pada 28 April 2010. Dan rencananya kami di akhir juga akan memberikan nilai selama mengikuti try out, sebagai ucapan terima kasih dan pelaporan kami kepada orang tua.
Dan rencananya, ketika 1 Mei 2010, akan ada acara penutupan berupa do’a bersama agar nantinya Ujian Nasional tahun ini bisa diberkahi oleh Allah SWT dan murid kelas VI juga diberi kelancaran.
Kami tahu, bahwa apa yang kami lakukan ini masih sangat kecil apabila dibandingkan orang-orang diluar sana, tapi semoga apa yang kecil ini bisa memberi kemanfaata untuk orang lain. InsyaAllah, Barokallah..
(c4)

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN RELAWAN SD ANDIR DAN MEKARSARI SUJ feat departemen Pengabdian masyarakat Bem KBM IT Telkom 2010 feat KBM

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
RELAWAN SD ANDIR DAN MEKARSARI

1. Pendahuluan
Hujan terus mengguyur kota Bandung selama beberapa hari, seakan enggan untuk berhenti. Dan kejadian yang sama kembali terulang pada tahun ini, banjir. Karena banjir yang cukup lama dan air banjir yang naik-turun tanpa tentu, bagitu banyak warga yang mengeluh mulai mereka yang tidak dapat mencari nafkah karena tempat kerja kebanjiran, akses ke lokasi kerja terputus, dan tidak sedikit pula petani yang mengalami gagal panen karena tempat bertani mereka terendam banjir.
Tidak hanya para orang tua yang mengalami guncangan karena bencana ini, para murid sekolahpun banyak mengalami guncangan, karena mereka tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, mulai dari yang sekolahnya kebanjiran, rumah murid kebanjiran sehingga buku dan berbagai perlengkapan sekolahpun ikut terendam banjir. Ini sungguh menyedihkan, apalagi ketika hal ini terjadi pada murid kelas VI, karena mulai 4 Mei 2010 mereka harus melaksanakan Ujian Nasional, tentu saja hal ini menjadi beban tersendiri untuk siswa, orang tua, dan para guru yang sekolahnya mengalami kebanjiran. Karena murid-murid tersebut bukan hanya ketinggalan waktu belajar, materi pelajaran, tapi kondisi psikis mereka juga cukup terguncang dengan kondisi ini. Dan ternyata Yayasan Satu Untuk Jabar (SUJ) yang dikelola oleh Ibu Gubernur Jawa Barat, Ibu Neti cukup jeli membaca kondisi ini, sehingga muncullah program kegiatan belajar intensif untuk SD yang mengalami banjir, SD tersebut adalah SD Andir dan SD Mekarsari. Dalam menjalankan program ini, SUJ bekerjasama dangan Keluarga Besar Mahasiswa Institut Teknologi Telkom (KBM IT Telkom).
Ketika pertama kali kami datang, SD Andir dan SD Mekarsari sedang belajar di UPTD SKB karena sekolah mereka mengalami kebanjiran. Tempat tersebut sangat kurang kondusif untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Belajar dengan sangat minim fasilitas sarana-prasarana, tanpa meja, suasana yang cukup bising, dan yang lebih parah sebuah gor ang cukup besar yang rentan dengan suasana bising ditempati oleh enam kelas tanpa sekat. Dan mereka bertahan di tempat tersebut cukup lama, SD Andir sekitar hampir dua bulan, tapi SD Mekarsari sudah sekitar empat bulan. Jenuh dangan kondisi belajar, kesulitan untuk menyampaikan dan menerima pelajaran, kaget dengan musibah banjir ini bahkan ada yng bercerita bahwa rumahnya hancur karena banjir, sehingga ketika UASBN sudah semakin dekat masih cukup banyak materi yang belum tersampaikan.

Grafik Nilai Adik-adik pekan 1
SD Andir 1


SD Mekarsari



Grafik Nilai Adik-adik pekan 2
SD Andir 1

Catatan: pada pekan ke 2, SD Mekarsari tidak mengadakan try out karena sedang ada Ujian Kenaikan Kelas.

SD Andir:
Pekan1 : Nilai rata-rata per mata pelajaran= 5
Presentase kelulusan, bila dimisalkan nilai minimal 4,5= 47.62%
Pekan2 : Nilai rata-rata= 4.76
Presentase kelulusan, bila dimisalkan nilai minimal 4,5= 50,79%
SD Mekarsari:
Pekan1 : Nilai rata-rata per mata pelajaran= 4.56
Presentase kelulusan, bila dimisalkan nilai minimal 4,5= 39.53%

Sebenarnya yang menentukan kelulusan adalah pihak sekolah sendiri, tapi kita memisalkan nilai minimalnya adalah 4,5. Tapi dari pihak sekolah tidak memperbolehkan menampilkan kelulusan, makanya ketika menempel hasil try out kami tidak menampilkan lulus atau tidaknya. Tapi dengan melihat hal tersebut yang niainya masih ada beberapa nilai yang kurang memuaskan. Kami mencoba untuk sharing dengan guru, dan hasilnya ternyata para murid mendapat nilai kurang memuaskan karena kurangnya dukungan dari orang tua, padahal waktu untuk dirumah lebih lama daripada disekolah. Oleh karena itu, kami mencoba melakukan beberapa hal untuk merangsang orang tua untuk memberikan perhatian lebih pada anak-anaknya, terutama menjelang UASBN. Kegiatan tersebut adalah mengumpulkan orang tua di sekolah dan mengirimkan nilai kepada orang tua. Selain itu, kami juga berusaha untuk memberi gambaran ketika nantinya SMP, agar mereka tidak kaget dengan suasana baru, teman baru, dan mereka bisa cepat beradaptasi.
2. Tujuan Kegiatan
• Mempersiapkan mental adik-adik dalam menghadapi UASBN
• Mempersiapkan materi adik-adik dalam menghadapi UASBN
• Mempersiapkan mental adik-adik sebelum masuk SMP
• Mencapai target lulus 100%
• Memberikan motivasi pada adik-adik untuk melanjutkan sekolah

3. Sasaran Kegiatan
• Murid kelas VI SD Andir dan Mekarsari tahun pelajaran 2009/2010

4. Waktu dan Tempat
a) Trauma healing
• Tempat : SD Andir dan UPTD SKB
• Tanggal : 3 dan 10 April 2010
b) Try out dan pembahasan
• Tempat : SD Andir dan UPTD SKB
• Tanggal : 12-30 April 2010
c) Do’a bersama dan motivasi
• Tempat : UPTD SKB
• Tanggal : 1 Mei 2010

5. Rencana Kegiatan
a) Trauma Healing tanggal 3 dan 10 April
b) Try out dan pembahasan tanggal 12-30 April
c) Pertemuan dengan orang tua murid SD Mekersari 24 April, SD Andir 28 April
d) Motivasi dan do’a bersama, 1 Mei, tempat UPTD SKB.
Susunan Acara Muhasabah
Waktu Acara
09.00 - 09.10
Pembukaan
09.10 – 09.31 Sambutan-sambutan
• KBM IT Telkom/SUJ
• SD Mekarsari
• SD Andir
09.31 – 09.41 Ice Breaking
09.41 – 09.51 Persembahan adik-adik
09.51 – 10.00 Peyetelan video dokumenter
10.00 – 10.45 Motivasi, Muhasabah dan do’a bersama
11.00 – 11.10 Persembahan relawan
11.10 - .... Penutupan, salaman


6. Rencana Anggaran
Jenis Pengeluaran
1. Rencana Anggaran
Rincian Pengeluaran Rincian Biaya Total Biaya

Soal Try Out






Untuk brifing tentor




Acara Motivasi dan Do’a Bersama
• Print soal dan jawaban soal

• Photo copy soal dan jawaban soal



• Penyewaan infokus
• Makanan untuk Tentor saat briefing
• Minuman untuk Tentor saat briefing

Konsumsi:
• Makanan: siswa(113)+ Guru(17)+ volunteer(20) = 150X @1600(2 macam kue)
• Minuman= 4dus@12.000
Perlengkapan:
• Sound:
• Transportasi untuk sound: 26 halamanX3minggu @ Rp 500=Rp 39.000,-

26 halaman x 3 minggu x 125 orang x @ Rp 95 rupiah= Rp 926.250

Rp 20.000

Rp 20.000

Rp 10.000



Rp 240.000,-

Rp 48.000,-
RP 100.000,-
Rp 100.000,-






Rp 965.250,-





Rp 50.000







Rp 488.000,-
Total Pengeluaran RP 1.503.250

7. Penutup
Demikian laporan ini dibuat dengan sebenar-benarnya. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dan laporan ini juga bisa bermanfaat untuk pihak-pihak terkait. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam acara ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Atas perhatian dan kerjsamanya disampaikan terima kasih.

Bandung, 29 April 2010
a.n. relawan Satu Untuk Jabar

Dokumentasi Kegiatan
a) Trauma Healing


b) Try Out dan Pembahasan



c) Temu dengan orang tua/wali siswa





d) Kondisi tempat belajar

tempat ini digunakan oleh enam kelas, tanpa sekat


Tanpa meja dan sarana prasarana lainnya.

do'a bersama SUJ dan Departemen Pengabdian Masyarakat 2010 feat KBM

Kegiatan Trauma healing dan Try OUT SD Mekarsari dan Andir
1. Trauma Healing tanggal 3 dan 10 April
2. Try out tanggal 12-30 April, untuk pekan kedua di SD Mekarsari ditiadakan karena SD tersebut meminta untuk tidak mengadakan jarena ada Ujian Kenaikan Kelas, dan kamipun sudah melobiuntuk tetap mengadakan, tapi SD tersebut tetap kurang berkenan.
3. Pertemuan dengan orang tua murid SD Mekersari 24 April, SD Andir 28 April
4. Penutupan dan do’a bersama, 1 Mei, tempat UPTD SKB.

Susunan Acara Muhasabah
Waktu Acara
09.00 - 09.10
Pembukaan
09.10 – 09.31 Sambutan-sambutan
• KBM IT Telkom/SUJ
• SD Mekarsari
• SD Andir
09.31 – 09.41 Ice Breaking
09.41 – 09.51 Persembahan adik-adik
09.51 – 10.00 Peyetelan video dokumenter
10.00 – 10.45 Motivasi, Muhasabah dan do’a bersama
11.00 – 11.10 Persembahan relawan
11.10 - .... Penutupan, salaman muter

Rencana anggaran
Konsumsi:
• Makanan:
siswa(113)+ guru(17)+ volunteer(20) = 150X @1600(2 macam kue) Rp 240.000,-
• Minuman= 4dus@12.000 Rp 48.000,-
Perlengkapan:
• Sound : RP 100.000,-
Transportasi untuk sound Rp 100.000,-+
Jumlah Rp 500.000,-

program kerja Dep Pengabdian masyarakat Bem kbm IT Telkom 2010

A. DEPARTEMEN PENGABDIAN MASYARAKAT
Departemen Pengabdian Masyarakat adalah salah satu Departemen yang yang bergerak di bidang eksternal, ini adalah salah satu perpanjangan tangan dari mahasiswa yang harapannya bisa mensinergikan mahasiswa untuk semakin dekat dengan masyarakat, untuk semakin memahami bahwa salah satu tujuan kita kulyah adalah untuk mencari ilmu dan mengaplikasikan ilmu yang telah kita dapat kepada masyarakat. Selain perpajangan tangan, Departemen ini juga memiliki peran untuk memberdayakan masyarakat, dan untuk mewujudkannya tentu saja kita membutuhkan sinergi dengan mahasiswa secara umum.
Dalam melaksanakan tugasnya, kami memiliki squad yang insyaAllah akan berjuang dalam sebuah gerakan pengabdi masyarakat:

Menteri : Muhammad Catur Saifudin (611080005)
Staf : Andri Mardi (112081081)
Angga Gumilang (112080191)
Condro Aji (111080253)
Dinda Utami (112080199)
Imron Nurcholis (116080075)
Muhammad Fadhil (111080150)
Nova (111080281)
Yanuar DN (116080054)

B. Tujuan Umum
Selama kepengurusan ini, insyaAllah kami memiliki beberapa konsern, yaitu:
• Peran serta mahasiswa dalam program-program pemberdayaan masyarakat semakin naik
• Meningkatnya kerjasama dengan berbagai organisasi non politik luar KBM
• Meningkatnya kepekaan terkait isu-isu eksternal, misal banjir
• Sinergi KBM dalam upaya pemberdayaan masyarakat semakin mantap
• Adanya penerapan aplikasi disiplin ilmu dalam upaya pemberdayaan masyarakat

C. Deskripsi Kerja
1. Meningkatkan peran serta aktif mahasiswa dalam dunia kemasyarakatan.
2. Memaksimalkan kerja sama dengan organisasi kepemudaan yang ada di masyarakat.
3. Menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan.
4. Membina hubungan dengan NGO yang berhubungan kemasyarakatan.

D. PROGRAM-PROGRAM KERJA
1. Riset Untuk Sesama(RiSma)
a. Latar Belakang
Departemen Pengabdian Masyarakat berusaha mesinergikan ketiga hal tersebut dengan mengadakan suatu penelitian. Penelitian yang tentunya diharapkan dapat memberikan banyak manfaat, utamanya dari segi pendidikan. Ini sekaligus untuk mengurangi suatu anggapan bahwa belajar hanya untuk mencari pekerjaan. Padahal, sesungguhnya pembelajaran itu dimaksudkan untuk menghasilkan suatu karya yang nantinya dapat mempermudah dan memberikan nilai efektivitas serta efisiensi dari kegiatan masyarakat yang lebih produktif.
b. Tujuan
 Pengaplikasian disiplin ilmu untuk kesejahteraan masyarakat.
 Mensinegikan pihak rektorat, mahasiswa (khusunya yang aktif di lab), dan masyarakat luar kampus.
 Memberikan pemahaman tentang pengerjaan yang efektif dan efisien kepada masyarakat.

c. Sasaran
Masyarakat luas, tidak tertutup di sekitar kampus
d. Waktu dan Tempat
Selama kepengurusan
e. Penanggung Jawab
Yanuar Dwi Nurcahyo NIM : 116080054
f. Indikator Keberhasilan
Setiap semester terdapat satu riset yang sedang dikerjakan.
g. Anggaran
Operasional dan peralatan Rp 10.000.000,-

2. Silaturahmi Masyarakat, Mahasiswa dan Rektorat
a. Latar Belakang
Unsur yang terkandung dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Salah satu fungsi yang seringkali kurang tersentuh oleh elemen kampus adalah menjalin hubungan baik antara mahasiswa, rektorat, dan masyarakat sekitar IT Telkom. Oleh karena itu, Departemen Pengabdian Masyarakat ingin mengadakan suatu kegiatan silaturahmi. Hal ini juga didasari karena kurangnya kesadaran untuk membina hubungan baik antar sesama. Salah satu tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa kekeluargaan antara mahasiswa dan rektorat dengan warga sekitar kampus. Dan juga dalam kegiatan ini akan dibahas masalah tentang peraturan kosan antara mahswiswa, rektorat, dan masyarakat setempat.
b. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai adalah:
 Mengenalkan BEM KBM 2010 kepada masyarakat
 Mempererat silaturahmi antar mahasiswa, rektorat dengan masyarakat sekitar kampus
c. Sasaran
Mahasiswa, rektorat dengan masyarakat sekitar kampus.
d. Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Sabtu/6 Maret 2010
Waktu : 19.00 WIB
Tempat : Gedung B lantai satu
e. Penanggung Jawab
Imron Nur Kholis NIM : 116080075
f. Indikator Keberhasilan
Terlaksananya kegiatan dan yang menghadiri silaturahmi mencapai perwakilan rektorat minimal 1 orang, RW dan warga sekitar sebanyak 20 orang dan 30 orang untuk mahasiswa.
g. Anggaran
Snack : 80 x Rp 3000,- : Rp 240.000,-

3. Badan Tanggap Bencana
a. Latar Belakang
Banyaknya bencana alam yang terjadi di Indonesia,khususnya di kabupaten bandung, maka pembentukan suatu tim yang khusus untuk terjun langsung dalam penanggulana bencana adalah solusi yang sangat tepat. Agar seluruhnya lebih terkoordinir. Untuk membentuk suatu tim yang khusus menanggapi bencana, maka di dibentuk suatu badan yang akan membentuk tim tersebut yang disebut BADAN TANGGAP BENCANA yang diinisiasi dari kerja sama antara BEM, ASTACALA, dan KSR, dan dalam badan tersebut bisa mengajak organisasi lain atau mahasiswa umum.
b. Tujuan
• Membentuk tim telatih yang dapat langsung terjun menolong ke daerah bencana.
• Bisa lebih sigap ketika ada bencana terjadi
c. Penanggung Jawab
Muhamad Fadil Al-Anwary 111080150
d. Sasaran
Seluruh Mahasiswa IT Telkom
e. Waktu dan Tempat
Batas Maksimal pembentukan Badan Tanggap Bencana adalah akhir bulan maret.
f. Indikator Keberhasilan
Indikator dari keberhasilan ini adalah terbentuknya badan yang terlatih untuk tanggap terhadap bencana dan minimal anggota dari badan tersebut adalah 20 orang.
g. Anggaran
Pelatihan Rp 1.000.000,

4. Istana Ilmu(Ismu)
a. Latar Belakang
Pada masa sekarang ini salah satu hal yang harus diperhatikan dalam masalah masyarakat Indonesia adalah masalah pendidikan. Pendidikan anak-anak Indonesia pada saat ini dirasakan masih sangat kurang, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan kurangnya minat belajar. Oleh karena itu, Departemen Pengabdian Masyarakat akan mengadakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut dalam bentuk pembuatan sebuah program “Istana Ilmu”. Dengan adanya program ini diharapkan dapat menunjang/memfasilitasi dan memberikan minat yang lebih kepada masyarakat untuk belajar terutama bagi masyarakat yang kurang mampu namun memiliki minat belajar yang sangat kuat. Selain itu pembuatan Istana Ilmu ini dikarenakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak Indonesia, karena dengan banyak belajar maka anak-anak akan mendapatkan lebih banyak ilmu dan informasi yang dapat membantu dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini juga didasari karena masih kurangnya interaksi antar mahasiswa dengan masyarakat dalam bidang pendidikan dan melihat kualitas dari pendidikan masyarakat di sekitar kampus IT Telkom yang masih kurang.
b. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai adalah :
1. Meningkatkan minat baca dikalangan masyarakat
2. Membantu memperbaiki kualitas pendidikan dengan menciptakan masyarakat yang memiliki minat baca yang tinggi
3. Memfasilitasi masyarakat yang kurang mampu namun memiliki minat baca yang tinggi
4. Memberikan penanaman karakter pada anak-anak
c. Sasaran
SD Sukabirus, Lengkong, Dayeuhkolot
d. Waktu dan tempat
Mulai 28 Maret hingga akhir kepengurusan dan berlokasi di Sukabirus
e. Penanggung jawab
-Angga Gumilang 112080191
-Nova Rizqiana Dewi 111080281
f. Indikator keberhasilan
Terlaksananya kegiatan ini dan banyaknya masyarakat yang berkunjung di Griya Baca
g. Anggaran
tempat, logistik, dll Rp 8.000.000,

5. Mahasiswa Peduli Lingkungan
a. Latar Belakang
Sebagai salah satu elemen dari masyarakat,mahasiswa merupakan agen penggerak dalam melakukan tindakan atau perubahan yang berarti. Selain itu, setelah melihat berbagai kondisi sungai cikapundung yang sangat kotor dan kondisi yang cukup menyedihkan dengan adanya sampah yang dibuang sembarangan khususnya di dekat gang akil. Oleh karena itu Departemen Pengabdian Masyarakat mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan .Program ini dilaksanakan sebagai dasar bentuk kesadaran dan aksi nyata setiap elemen masyarakat khususnya mahasiswa IT Telkom dan masyarakat sekitar.
b. Tujuan
• Menggerakan mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk peduli lingkungan
• Mengurangi resiko banjir dan penumpukan sampah
c. Sasaran
• Mahasiswa IT Telkom
• Warga sekitar yang terutama RW 1&2 PGA ,RW 8,13,15 Sukabirus
• Tenaga Sukarela dari pihak luar
d. Waktu dan Tempat
Dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei 2010, tempatnya di daerah IT Telkom
e. Penanggung Jawab
Condro Aji P NIM 111080253
f. Indikator Keberhasilan
• Kegiatan tergerak oleh sekitar 50 mahasiswa dan sekitar 50 warga setempat-pihak lain .
• Kondisi sungai menjadi relative lebih bersih dan sehat
g. Anggaran
Konsumsi Rp 200.000
Logistik Rp 500.000

7. Desa Binaan
a. Latar Belakang
Salah satu unsur yang terkandung dalam tri dharma pendidikan adalah pengabdian masyarakat yang berarti mahasiswa yang berada dalam jenjang pendidikan seharusnya bisa menghasilkan dan mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya untuk dapat dimanfaatkan dalam dunia nyata khususnya kepada masyarakat. Dan ini berarti Mahasiswa yang memiliki kelebihan dibidang intelektualitas harus bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat , sebagai pertanda pengabdiannya kepada masyarakatnya, bangsa dan negaranya sebagai seorang mahasiswa yang merupakan generasi muda penerus bangsa.
Maka, kami segenap BEM IT TELKOM, berniat menyelenggarakan program “Desa Binaan” yang berisi kegiatan-kegiatan dengan tujuan untuk menunjang kemandirian, melatih serta memberikan pengetahuan kepada segenap masyarakat beberapa RW di seputaran kampus IT Telkom d berbagai bidang kehidupan, meliputi bidang Agama, pendidikan, dan Kesehatan, dengan demikian nantinya akan tercipta sebuah hubungan langsung yang baik dan berkesinambungan antara mahasiwa IT Telkom dengan masyarakat di sekitar kampus IT Telkom.
b. Tujuan
• Menjadikan desa binaan sebagai sarana untuk menciptakan sebuah kepedulian mahasiswa keda masyarakat di sekitarya.
• Menjaring serta mengajak pemuda-pemuda yang ada dalam masyarakat untuk lebih mengembangkan potensinya serta kreativitasnya.
• Menjadikan kegiatan desa binaan sebagai alat pembinanaan yang terstruktur untuk mewujudkan kemandirian masyarakat.
• Menjadikan desa binaan menjadi sarana yang memberikan pengetahuan dan akses informasi bagi masyarakat untuk berbagai bidang kehidupan
• Menjadikan Desa Binaan untuk membantu dan meningkatkan kondisi sosial ekonomi warga.
a. Sasaran
Masyarakat desa citeureup dan palasari Kec.Dayehkolot, Kab. Bandung.
b. Waktu
September hingga akhir keengurusan BEM 2010
c. Penanggung Jawab
Andri Mardi
d. Indikator Keberhasilan
Apabila 60% kegiatan Desa Binaan berhasil dilaksanakan sesuai dengan indikator keberhasilan masing-masing.
e. Anggaran
Logistik, acara, dll Rp 10.000.000,

6a. Buka Bersama
a. Latar Belakang
Setiap tahunnya masyrakat muslim melaksanakan ibadah bulan Ramadhan yang setiap harinya melaksanakan ibadah puasa pada siang harinya dan berbuka puasa menjelang matahari terbenam. Oleh karena itu, Departemen Pengabdian Masyarakat ingin mengadakan sebuah kegiatan yang berhubungan dengan ibadah bulan Ramadhan yang akan dilaksanakan bersama-sama masyarakat yaitu acara Buka Bersama. Hal tersebut diadakan agar tercipta interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi diantara keduanya. Selain itu, untuk meningkatkan rasa kepedulian mahasiwa kepada anak-anak yatim piatu dan orang-orang yang kurang mampu.
b. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai adalah :
1. Mempererat silahturahmi antara mahasiswa dengan masyarakat
2. Mahasiswa dapat berbagi dengan masyarakat kurang mampu dan anak-anak yatim piatu
3. Agar lebih mengenal satu sama lain antara masyarakat, staf pekerja di IT Telkom serta mahasiswa IT Telkom
c. Sasaran
Masyarakat di sekitar kampus IT Telkom, staf pekerja IT Telkom seperti : CS, Satpam, Mahasiswa, anak-anak panti asuhan.
d. Waktu dan Tempat
Sekitar tanggal 27 Agustus dan berlokasi di sekitar kampus IT Telkom dan panti asuhan.
e. Penanggung Jawab
Dinda Utami 112080199
f. Indikator Keberhasilan
1.Acara ini diikuti 80 orang dari masyarakat sekitar IT Telkom
g. Anggaran
konsumsi, acara, dll Rp 1.500.000

6b. Silaturahmi Masyarakat, Mahasiswa dan Rektorat
a. Latar Belakang
Unsur yang terkandung dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Salah satu fungsi yang seringkali kurang tersentuh oleh elemen kampus adalah menjalin hubungan baik antara mahasiswa dan karyawan IT Telkom, khususnya cleaning service dan satpam. Oleh karena itu, Departemen Pengabdian Masyarakat ingin mengadakan suatu kegiatan silaturahmi. Hal ini juga didasari karena kurangnya kesadaran untuk membina hubungan baik antar sesama.
b. sTujuan
Tujuan yang ingin dicapai adalah:
 Mengenalkan BEM KBM 2010 kepada karyawan, khususnya CS dan satpam
 Mempererat silaturahmi antar mahasiswa dengan cs dan satpam
c. Sasaran
Mahasiswa dengan cs dan satpam
d. Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Rabu, 26 Mei 2010
Waktu : 16.00 WIB
Tempat : Student hall
e. Penanggung Jawab
Condro Aji 111080253
f. Indikator Keberhasilan
Terlaksananya kegiatan dan yang menghadiri silaturahmi mencapai 20 orang untuk CS dan satpam dan 20 orang untuk mahasiswa.
g. Anggaran
konsumsi 50 x Rp 3000,- : Rp 150.000,-

E. Timeline
F. Penutup
Di akhir, semoga apa yang kami cita-citakan bisa terealisasi dengan baik sehingga momen kolaborasi bisa benar-benar terwujud. Dan semoga Allah SWT meridhoi sehingga ini semua bisa bermanfat untuk Indonesia, khususnya untuk masyarakat, dan civitas akademik, amin.. Mari terus berjuang untuk mewujudkan Indonesia mandiri!
Terus Bersinergi Terus Menginspirasi!
Salam Gerakan Pengabdi Masyarakat!

banjir dayeuhkolot dan langkah badan tangap bencana

Bencana Banjir dan beberapa langkah yang dilakukan oleh Mahasiswa







Keadaan Banjir di Sukabirus keadaan Banjir Di Dayeuhkolot
Bencana kembali terjadi, tidak hanya di Baleendah atau Dayeuhkolot tapi juga di daerah Sukabirus, dan itu berarti uluran tangan dan bisikan hati nurani untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena korban banjir kembali menggerakkan kita semua. Begitu juga oleh beberapa lembaga dibawah KBM, beberapa lembaga KBM telah mengambil langkah untuk membantu para korban selama bencana ini terjadi, beberapa hal yang telah atau sedang dilakuan oleh beberapa lembaga itu adalah:
1. Pendirian posko banjir. Posko ini didirkan oleh PMI cabang Kabupaten Bandung bekerjasama dengan KSR PMI unit IT Telkom. Posko ini bertempat di kantor Kecamatan Dayeuhkolot. Beberapa waktu yang lalu posko ini pernah sempat ditutup karena air sudah turun, tapi hujan deras kembali turun dan mengakibatkan air kembali naik, dan akhirnya PMI dan KSR kembali mendirikan posko ini. Kegiatan sehari-hari dari posko ini adalah melakukan assesment(pendataan) dan Dapur Umum. Dimana di dapur umum ini memasak untuk makan pagi dan makan malam. Dan dalam kegiatan di posko ini, beberapa kali relawan diluar KSR datang untuk membantu proses di dapur umum, beberapa relawan ada yang mewakili lembaga dan ada juga yang perorangan, relawan itu adalah berasal dari BEM, SKI, dan beberapa orang independen(tidak atas nama lembaga/organisasi)
2. Melakukan penggalangan dana di kampus IT Telkom. Bantuan finansial berupa dana juga dilakukan, dan yang melakukan penggalangan itu adalah DPM, HMTI, BEM dan NN.
3. Kolaborasi tiga lembaga, yaitu BEM, Astacala, dan KSR telah menghasilkan Badan Tanggap Bencana IT Telkom. Ada beberapa langkah yang sedang atau sudah dilakukan, yaitu assesment(pendataan) pembagian sembako pada korban banjir.
Begitu nikmat ketika kita bisa melakukan hal yang berguna untuk orang lain.
Ternyata banyak yang bisa kita lakukan, jadilah bagian dari aksi mulia kepedulian pada korban banjir ini! Apabila ingin memerikan bantuan silahkan menghubungi Tim Tanggap Bencana.
Cobalah bukan hanya menjadi sukses melainkan menjadi orang yang bernilai (Albert Einsein)
(c4)

SURAT PERNYATAAN relawan badan tanggap bencana IT Telkom

SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
nama :
asal kampus :
alamat :
no. HP :
Dengan ini menyatakan:
Bersedia menjadi relawan dan menaati segala peraturan yang berlaku selama menjadi relawan untuk bencana Mentawai.
Bersedia untuk tidak diperkenankan meneruskan menjadi relawan atas dasar penilaian tim medis, lemah mental, lemah jasmani, atau karena tindakan relawan sendiri yang yang tidak dapat dipertanggungjawabkan serta dapat membahayakan keselamatan relawan lain, maka relawan akan menerima keputusan tersebut dengan sepenuh hati dan penuh rasa tanggung jawab.
Relawan tidak akan melakukan suatu tuntutan apapun kepada pihak penyelenggara jika peserta mengalami kecelakaan selama kegiatan yang dapat mengakibatkan cacat jasmani, cacat rohani, atau sampai meninggal dunia.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Padang, ....................
Yang Bertandatangan,


(.......................................)

proposal permohonan transport badan tanggap Bencana

Nomor : 07/XI/BTB/ITT/2010 Bandung, 2 November 2010
Lampiran : 1 proposal
Hal : Permohonan bantuan alat transportasi
Yth.
Kepala staf TNI Angkatan Udara
Di tempat

Dengan Hormat,
Sehubungan akan diselenggarakannya kegiatan keberangkatan sukarelawan ke lokasi korban bencana tsunami Mentawai, yang akan dilaksanakan pada :
hari,tanggal : Rabu, 3 November 2010
waktu : 12.00 – selesai WIB

Maka, untuk mensukseskan pemberangkatan tersebut, kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan alat transportasi kepada Bapak.

Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami sampaikan terima kasih
Presiden Mahasiswa
BEM KBM IT TELKOM,




Bilhasry Ramadhony
NIM 113060045 Ketua
Badan Tanggap Bencana





Muhammad Fadhil
NIM 111080150

Mengetahui,
Warek 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan


Ir. Heroe Wijanto, MT.

1. Latar Belakang
Seperti yang telah kita ketahui bersama, semenjak Senin, 25 Oktober 2010 daerah Sumbar, tepatnya daerah Mentawai diguncang gempa yang tak henti-hentinya dengan kekuatan 7.2 SR. Namun tak berhenti disitu saja, Tsunami Mentawai ini terus berlangsung dengan munculnya gempa susulan yang terus berlanjut. Jumlah korban akibat bencana tsunami Mentawai dinyatakan mencapai 431 orang dengan korban hilang sebanyak 88 orang.
Berkaca dari pengalaman dalam penanggulangan bencana seperti yang telah dipaparkan di atas, bencana tsunami adalah kejadian luar biasa yang penanganannya tidak bisa ditangguhkan apalagi ditunda karena sangat berkaitan erat dengan kelangsungan hidup warga sekitar lokasi pasca bencana. Penanggulangan bencana merupakan tugas bersama, bukan hanya pemerintah dan masyarakat tetapi juga para mahasiswa. BTB (Badan Tanggap Bencana) IT Telkom Bandung sebagai organisasi relawan adalah salah satu organisasi yang fokus dalam penanggulangan bencana, dituntut untuk selalu siap siaga untuk terjun kelapangan (lokasi bencana) setiap saat, tidak hanya pada saat bencana terjadi tetapi sebelum bahkan setelah bencana terjadi pun.
Sebagai organisasi yang bisa dibilang baru bila dibandingkan dengan organisasi relawan yang lain, sudah barang tentu masih banyak kekurangan yang dimiliki seperti halnya dalam proses operasional kegiatan yang sementara ini masih mengandalkan bantuan transportasi dari pemerintah setempat. Hal inilah yang melatar belakangi kami untuk mencoba mengajukan permohonan ini. Kami optimis apabila permohonan ini bisa terealisasi, langkah gerak kami sebagai organisasi relawan bisa lebih leluasa dan bisa lebih memperlihatkan eksistensi kami dimata masyarakat, menjadi mitra pemerintah mengabdi kepada masyarakat dalam penanggulangan bencana.

2. Maksud dan Tujuan
Adapun yang menjadi Maksud dan Tujuan dari kegiatan sukarelawan ini adalah sebagai berikut:
a.. Meringankan beban penderitaan korban bencana tsunami Mentawai
b. Memberikan santunan kepada korban bencana tsunami Mentawai
c. Mendukung Pemda setempat dalam melaksanakan kegiatan tanggap darurat dan pasca penanganan bencana.

3. Kegiatan
a. Jenis : Sukarelawan Untuk Korban Bencana Tsunami
b. Tema : Bantuan Untuk Korban Bencana Tsunami Mentawai
c. Pelaksanaan
Hari : Rabu
Tanggal : 3 November 2010
d. Rencana Kegiatan
No. Tanggal Kegiatan
1. 03 – 11 - 2010 Keberangkatan para sukarelawan jumlah 10 orang
2. 04 – 11 – 2010 sampai 16 – 11 – 2010 Sukarelawan membantu penanganan terhadap korban bencana tsunami di tempat evakuasi korban
3. 17 – 11 – 2010 Kepulangan para sukarelawan
*untuk pemberangkatan kami menyesuaikan pemberangkatan TNI AU

4. Penutup
Demikian proposal ini kami buat untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan TNI Angkatan Udara untuk mendukung kelancaran keberangkatan para sukarelawan dari mahasiswa IT Telkom. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menjadikannya amal shaleh dan memberikan balasan atas bantuan yang diberikan.



Bandung, 2 November 2010
Presiden Mahasiswa
BEM KBM IT TELKOM,





Bilhasry Ramadhony
NIM 113060045 Ketua
Badan Tanggap Bencana






Muhammad Fadhil
NIM 111080150

Mengetahui,
Kepala Bagian Kemahasiswaan



Endang Budiasih, Dra.MT.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan



Ir. Heroe Wijanto, MT.

visi-misi Badan Tanggap Bencana

TIM TANGGAP BENCANA
INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM

Visi:
Memberikan kontribusi maksimal dalam penanggulangan bencana di Jawa Barat berdasarkan asas keikhlasan dan kerelaan.

Misi:
1. Menjadi pusat informasi bencana di Kampus IT Telkom
2. Memfasilitasi setiap elemen kampus yang ingin berpartisipasi membantu korban bencana
3. Memberikan pendidikan dan pelatihan secara terpadu kepada setiap anggota tim
4. Menyiapkan tim eksekusi penyaluran bantuan dari Kampus IT Telkom

Struktur keanggotaan:

SOP Badan Tanggap Bencana

STANDARD OPERASI PROSEDUR
(SOP) TANGGAP BENCANA IT TELKOM
BETA VERSION

BAB I
PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN
1. Tanggap bencana IT Telkom adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera saat ada kejadian bencana. Serangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi informasi terpadu, bantuan materi dan materi, dan atau rehabilitasi
2. Badan Tanggap Bencana IT Telkom adalah badan yang bertugas membentuk dan memutuskan kondisi tanggap bencana.
3. Tim tanggap bencana IT Telkom adalah tim yang ditugaskan selama rangkaian kegiatan Tanggap Bencana IT Telkom

B. TUJUAN

C. SASARAN

Semua pihak yang terkait dengan IT Telkom : Mahasiswa, karyawan, alumni.

BAB II
PENGORGANISASIAN
A. Struktur Organisasi Tanggap Bencana IT Telkom

B. Struktur Posko Tanggap Bencana IT Telkom

1. Pos komando (Posko) dapat dibentuk berdasarkan rapat koordinasi badan tanggap bencana IT Telkom.
2. besar kecil dan jangka waktu posko ditentukan berdasarkan kapasitas badan tanggap bencana IT Telkom
3. secara umum struktur posko terdiri dari :
a. Tim Pengarah Posko
b. Tim Pelaksana Posko
c. KEgiatan Operasional Tanggap Bencana dipimpin oleh Koordinator Lapangan.
d. Unit Fungsional pendukung operasional Tanggap Bencana IT Telkom adalah badan tanggap Bencana IT Telkom
4. Unit operasional Pelayanan Tanggap Bencana IT Telkom antara lain :
a. Unit assessment
b. Unit evakuasi
c. Unit relief dan distribusi
d. Unit dapur umum
e. Unit Informasi dan Komunikasi

BAB III
OPERASIONAL TANGGAP BENCANA
A. Tahapan-Tahapan Tindakan
1. Kabar bencana atau kejadian luar biasa diterima oleh HUMAS disampaikan ke coordinator untuk mengadakan rapat koordinasi Badan Tanggap Bencana IT Telkom
2. Rapat Koordinasi Badan Tanggap Bencana IT Telkom menentukan Tim Tanggap Bencana IT Telkom
3. Tim Tanggap Bencana Melakukan Pelaporan operasi Tanggap Bencana IT Telkom ke badan Tanggap Bencana IT Telkom
B. Mekanisme Mobilisasi Tim Tanggap Bencana IT Telkom
1. Tim Tanggap Bencana IT Telkom yang ditugaskan selama Tanggap Bencana terdiri dari :
a. Partisipan yang telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan yang diadakan oleh Badan Tanggap Bencana IT Telkom
b. Partisipan yang direkrut menjelang pemberangkatan Tim Tanggap Bencana IT Telkom
c. Peninjau dari Badan Tanggap Bencana IT Telkom atau Keluarga Besar IT Telkom
2. Anggota Tim Tanggap Bencana IT Telkom yang ditugaskan harus dilengkapi dengan :
a. Surat TUgas
b. Kartu Identitas
c. Perlengkapan pribadi dan tim
d. Perlindungan asuransi selama penugasan

BAB IV
PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN

DESA BINAAN 2009




Mahasiswa adalah bagian dari masyarakat, hidup di masyarakat dan kemudian bersatu dengan masyarakat dalam rangka memainkan peran aktif keduanya. Kehidupan mahasiswa di lingkungan ekstra kampus tidak pernah terlepas dari masyarakat, sehingga dalam kesehariannya mahasiswa selalu berinteraksi dengan masyarakat sekitar tempat tinggalnya.
Oleh karena itu, Kami dari Badan Eksekutif Mahasiswa dalam rangka mewujudkan salah satu tujuan Kampus Sehat IT Telkom yaitu Sehat Jasmani, Sehat Rohani, Sehat Intelektual, Sehat Lingkungan, dan Sehat Sosial, maka kami dari BEM KBM IT Telkom bermaksud menyelenggarakan program “Desa Binaan”. Dengan kegiatan ini diharapakn dapat tercipta kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga terciptanya suatu kesinambungan hubungan yang baik antara masyarakat dan mahasiswa serta menyehatkan masyarakat sekitar kampus IT Telkom.
Dalam pelaksanaannya, kami membuat sebuah tema yaitu “Pembinaan dan Pemberdayaan Menuju Kemandirian Warga.” Dimana dalam outputannya kami menginginkan suatu kondisi masyarakat yang mandiri dan inipun tidak terlepas dari Kampus Sehat IT Telkom.
Selain itu, acara ini dimaksudkan untuk mengembangkan potensi masyarakat di sekitar kampus IT Telkom. Program Desa Binaan ini diupayakan dapat merangkul lebih banyak lagi masyarakat sekitar desa binaan ini sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat desa lain.
Kegiatan ini dilaksanakan terpusat di salah satu desa bertujuan agar hasil yang diperoleh maksimal mengingat tenaga pelaksana dan keterbatasan lain yang dimiliki. Diharapkan untuk kedepannya Program Desa Binaan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat desa lain dan dapat menularkan hasil yang diperoleh saat program ini berlangsung kepada masyarakat sekitarnya.
Program ini terbagi menjadi beberapa bidang diantaranya bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang rohani, bidang jasmani, dan bidang lingkungan. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi kami untuk mengambil beberapa bidang ini, karena berdasar pengamatan kami dan beberapa wawancara yang kami lakukan pada beberapa responden, permasalahan ini adalah permasalahan yang paling banyak muncul di lingkungan desa cieterup.
Dalam merealisasikan bidang tersebut menjadi suatu kegiatan, kami merangkumnya dalam beberapa kegiatan, yaitu:
1. Bidang Lingkungan
a) BBB (Bersih-Bersih Berhadiah)
Bentuk dari kegiatan ini adalah pemberian hadiah kepada masyarakat yang rumahnya paling memenuhi 3 kriteria ( bersih, rapi, dan sehat). Sasarannya masyarakat Desa Citeurep, (orang tua dan pemuda)
b) BENGKEL RECYLE
Bentuk dari kegiatan ini adalah Pembangunan tempat pembakaran dan pengolahan sampahserta pendayagunaan kembali sampah menjadi barang ekonomis. Sasaran masyarakat Desa Citeurep, (orang tua dan pemuda)
2. Bidang Rohani
a) TIFA (Tilawah dan Hafalan) & LOFI (Lomba Kaligrafi)
Bentuk dari kegiatan ini adalah Mengembangkan kemampuan anak untuk berkreasi dalam bidang agama melalui pembelajaran tilawah, hafalan dan kaligrafi yag nanti pada akhir rangkaian aca desa binaan akan di selenggarakanperlombaan kaligrafi. Sasarannya adalah anak–anak usia sekolah dasar Desa Citeurep.
b) Bedah Masjid
Bentuk dari kegiatan ini adalah pembersihan dan pembenahan masjid. Sasaran warga masyarakat sekitar masjid Desa Citeurep.
3. Bidang Jasmani
a) SEGERA (Senam Gembira)
Bentuk dari kegiatan ini adalah mengadakan kegiatan bina jasmani berupa senam kesehatan jasmani. Sasaran masyarakat Desa Citeurep.
b) GELAS DOORPIZE
Bentuk dari kegiatan ini adalah Mengadakan kegiatan bina jasmani berupa jalan sehat yang nantinya akan dilombakan berdasar kostum, kekompakan dll. Sasaran masyarakat Desa Citeurep, Kec. Dayeuh Kolot, Kab. Bandung
4. Bidang Pendidikan
a) BEPE (Belajar Pintar)
Bentuk dari kegiatan ini adalah memberikan pengajaran kepada murid kelas 5 SD, dengan materi yang sesuai dengan kurikulum, untuk memacu minat dan motivasi siswa dalam belajar. Sasaran Murid Sekolah Dasar kelas 4,5,6 Desa Citeureup.
b) KCB (Ketika Cerdas Beradu)
Bentuk dari kegiatan ini adalah menguji kecerdasan anak melalui perlombaan cerdas cermat, yang nantinya akan berujung pada perlombaan cerdas cermat antara anak kelas 5 SD dengan mahasiswa. Sasaran anak usia sekolah dasar Desa Citeureup.
5. Bidang Ekonomi
a) Pelatihan Enterpreneurship
Bentuk dari kegiatan ini adalah pelatihan enterpreneurship. Sasaran warga masyarakat Desa Citeurep.
b) Filter Air
Bentuk dari kegiatan ini adalah pelatihan kepada warga sekitar yang berminat untuk menghasilkan filter airmenghasilkan filter air sehingga dapat digunakan untuk pribadi atau dijual kembali. Sasaran masyarakat Desa Citeureup para remaja.

Laporan Pertanggungjawaban Dep Pengabdian Masyarakat BEM KBM IT Telkom 2010

DEPARTEMEN PENGABDIAN MASYARAKAT


Menteri : Muhammad Catur Saifudin (611080005)
Staf : Andri Mardi (112081081)
Angga Gumilang (112080191)
Condro Aji (111080253)
Dinda Utami (112080199)
Imron Nur Kholis (116080075)
Muhammad Fadhil (111080150)
Nova Rizqiana Dewi (111080281)
Yanuar DN (116080054)


A. Pendahuluan
Puji syukur alhamdulillah atas rahmat, hidayah dan anugrah-Nya yang tak terhitung jumlahnya dan tak akan mampu untuk kita tuliskan. Hanya dengan nikmat-Nya-lah kita mampu menyelesaikan amanah di akhir kepengurusan BEM 2010 ini.
Kami selaku Departemen Pengabdian Masyarakat telah melaksanakan tugas kami yakni sebagai ujung tombak mahasiswa dalam bidang sosial kemasyarakatan. Walaupun pada pelaksanaannya kami menemui banyak hambatan, tapi mampu kami atasi berkat petunjuk dari-Nya dan berkat kerjasama tim yang solid.
Berikut ini laporan pertanggungjawaban kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

B. Deskripsi Kerja
1. Meningkatkan peran serta aktif mahasiswa dalam dunia kemasyarakatan.
2. Memaksimalkan kerja sama dengan organisasi kepemudaan yang ada di masyarakat.
3. Menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan.
4. Membina hubungan dengan NGO yang berhubungan kemasyarakatan.
C. Program Kerja

1. Risma
Risma (Riset untuk Masyarakat) adalah salah satu rancangan program kerja Deprtemen Pengabdian Masyarakat BEM IT Telkom 2010 yang terinspirasi pada definisi dari kata Provisio (sekarang profesi), yaitu menjadikan ilmu pengetahuan yang dipelajari dapat diterapkan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut yang melandasi kami, Deprtemen Pengabdian Masyarakat BEM IT Telkom 2010, untuk merancang program kerja ini yang harapannya ilmu yang kita pelajari, sebagai mahasiswa, di IT Telkom ini dapat diterapkan dan berguna untuk kehidupan masyarakat luas pada umumnya dan masyarakat desa sekitar kampus IT Telkom pada khusunya. Dalam hal ini, pengmasy, sebagai penggerak Risma, bekerja sama dengan lab-lab yang terdapat di IT Telkom, karena kami pikir kegiatan-kegiatan riset sangat mungkin dilakukan oleh rekan-rekan di lab-lab IT Telkom. Default waktu untuk rencana riset ini adalah minimal terdapat satu riset yang sedang berjalan dalam satu semester. Pada akhirnya, setelah berulang kali kami berkoordinasi dengan lab yang mempunyai riset yang mempunyai sasaran untuk masyarakat desa sekitar IT Telkom secara langsung, kami telah menemukan rekan yang sedang melaksanakan riset tentang kemasyarakatan, pembuatan Sistem Informasi mengenai desa yang menjadi sasaran sebuah kegiatan bernama Desa Binaan. Berikut formulir persetujuan kerja sama kami (terlampir). Besar harapan riset tersebut dapat membawa kemanfaatan secara maksimal untuk masyarakat, sebesar apapun itu.


2. Penandatangan Deklarasi Norma Berkehidupan
a. Latar Belakang
Mahasiswa adalah bagian dari masyarakat, hidup di masyarakat dan kemudian bersatu dengan masyarakat dalam rangka memainkan peran aktif keduanya. Kehidupan mahasiswa di lingkungan ekstra kampus tidak pernah terlepas dari masyarakat, sehingga dalam kesehariannya mahasiswa selalu berinteraksi dengan masyarakat sekitar tempat tinggalnya.
Oleh karena itu, kami dari Badan Eksekutif Mahasiswa dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menyikapi beberapa permasalahan mahasiswa yang muncul di masyarakat, maka Rektorat IT Telkom sebagai pelaksana dan bekerjasama dengan BEM KBM IT Telkom telah menyelenggarakan program “Penandatangan Deklarasi Norma Berkehidupan”. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menyelesaikan beberapa masalah mahasiswa yang muncul di masyarakat.

b. Tujuan
• Mempererat tali silaturahim antara mahasiswa dan pihak rektorat dengan masyarakat sekitar kampus.
• Menandatangani Deklarasi Norma Berkehidupan.

c. Penanggung Jawab
Muhammad Catur Saifudin (611080005)

d. Waktu Pelaksanaan
Hari/ Tanggal : Jumat/26 November 2010
Tempat : Ruang Multimedia, gedung Learning Center lantai 2
Waktu : 16.00-18.00 WIB

e. Realisasi
Kegiatan ini dihadiri oleh BEM IT Telkom, BEM Politeknik Telkom, BEM Politeknik Telkom, Rektor IT Telkom beserta jajarannya, Rektor Politeknik Telkom beserta jajarannya, Kepala Desa Sukapura, dan beberapa Perwakilan RW.

f. Pelaksanaan Acara
Acara ini dilaksanakan dengan membentuk kepanitiaan dan diselenggarakan dengan susunan acara sebagai berikut :

16.40-16.45 Pembukaan oleh MC
16.45-16.52 Pembacaan Do’a oleh Pak Wawan
16.52-17.03 Pembacaan Deklarasi oleh BEM ITT, BEM Poltek, dan BEM IMT
17.03-17.20 Penandatangan Deklarasi oleh BEM 3 Kampus, Rektor 3 Kampus, dan 3 Kepala Desa
17.20-17.30 Sambutan oleh Kepala Desa Sukapura
17.30-17.40 Sambutan oleh rektor IT Telkom
17.40-17.45 Penutup

g. Rincian Biaya
Karena yang menyelenggarakan dari pihak Rektorat, jadi kami tidak mengeluarkan dana

h. Hambatan dan Solusi
1) Hambatan :
• Banyak dari warga masyarakat yang diundang yang telat menghadiri acara.
• Perwakilan dari IMT yang terlambat datang.
• Kurang sesuainya waktu pelaksanaan dengan rundown yang telah dibuat.
• Ada beberapa undangan yang tidak hadir

2) Solusi :
• Acara dimulai terlebih dahulu dan MC membacakan prolog terlebih dahulu sambil menunggu undangan datang.

i. Evaluasi
• Sudah bagus, hanya ada beberapa undangan yang tidak hadir

j. Rekomendasi
Untuk kegiatan kedepanya kami memberikan beberapa rekomendasi:
• Memastikan undangan yang hadir.
• Diharapkan untuk selalu mengingatkan atau mengkonfirmasi undangan agar datang tidak terlambat.
• Melakukan pendekatan yang lebih intens pada undangan.
• Melakukan sosialisasi terkait deklarasi norma kehidupan bermasyarakat.
• melakukan kontrol terkait deklarasi norma kehidupan bermasyarakat.


3. Desa Binaan IT Telkom

a. Latar Belakang
Salah satu unsur yang terkandung dalam tri dharma pendidikan adalah pengabdian masyarakat yang berarti mahasiswa yang berada dalam jenjang pendidikan seharusnya bisa menghasilkan dan mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya untuk dapat dimanfaatkan dalam dunia nyata khususnya kepada masyarakat. Dan ini berarti Mahasiswa yang memiliki kelebihan dibidang intelektualitas harus bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat , sebagai pertanda pengabdiannya kepada masyarakatnya, bangsa dan negaranya sebagai seorang mahasiswa yang merupakan generasi muda penerus bangsa.
Maka, kami segenap BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA IT TELKOM, berniat menyelenggarakan program “Desa Binaan” yang berisi kegiatan-kegiatan dengan tujuan untuk menunjang kemandirian, melatih serta memberikan pengetahuan kepada segenap masyarakat beberapa RW di seputaran kampus IT Telkom d berbagai bidang kehidupan, meliputi bidang Agama, pendidikan, dan Kesehatan, dengan demikian nantinya akan tercipta sebuah hubungan langsung yang baik dan berkesinambungan antara mahasiwa IT Telkom dengan masyarakat di sekitar kampus IT Telkom.

b. Tujuan
1. Ekonomi
a. Potensi yang ada bisa lebih optimal bisa proses menejerial dan pemasaran
b. Tenaga kerja lebih terserap:
 Lebih mengoptimalkan UKM yang sudah ada sehingga harapannya nanti bisa menyerap tenaga kerja baru
 Menciptakan lapangan kerja baru (UKM baru dari potensi yang sudah ada dan munculnya potensi baru)
2. Pendidikan
a. Orang tua
 Mencerdaskancerdas dalam mendidik anak
 Motivasi anak tentang pentingnya pendidikan
 Menguatkan anak untuk jadi lebih baik
 Menerapkan pola hidup sehat
 Memberikan pengetahuan untuk daerah yang biasa terkena banjir
b. Anak-anak (SD dan SMP)
 Wajib belajar 9 tahun
 Memotivasi untuk melakukan pendidikan lanjutan
 Mengoptimalkan kegiatan belajar asyik
c. Pemuda (study pengembangan)
 Softskill, yaitu perilaku, komunikasi, negosiasi, kepemimpinan
 Hardskill, yaitu ketrampilan lama dan baru, pengembangan
3. Kepemudaan
a. Mereka lebih aktif, kreatif, dan inovatif
b. Lebih berperan aktif dalam kegiatan yang menunjang kemajuan desa
c. Menambah pengetahuan para pemudanya
d. Dapat menyalurkan bakat atau potensi mereka
4. Lingkungan
a. Mengoptimalkan potensi yang ada, misal untuk rekreasi dll
b. Menjadikan lingkungan bersih dan sehat

c. Penanggung Jawab
Andri Mardi (112081081)
Dinda Utami (112080199)
Yanuar DN (116080054)
Imron Nur Kholis (116080075)

d. Sasaran
Masyarakat yang berada di desa terpencil, kurang tersentuh dari teknologi. Disini kita mengarah pada wilayah Desa Bojongsari

e. Waktu Pelaksanaan
Direncanakan dilaksnakan pada November 2010 – Februari 2010. Berikut detail waktu pelaksanaan Desa Binaan :

f. Pelaksanaan Acara
a. Tahap Persiapan
No. Tanggal Kegiatan
1. 1-5 Juli 2010 Survey lokasi
2. 8 Juli 2010 Pembuatan proposal
3. 13-18 Oktober Rekruitasi panitia
4. 3-8 November Perpanjangan rekrruitasi panitia
5. 20 november 2010 Pembentukan Panitia

b. Tahap Pelaksanaan
• Jumlah Peserta
Belum ada, sebab program masih dalam proses pelaksanaan.
• Pelaksanaan Acara
Acara ini direncanakan akan dilakukan Desa Bojongsari yang termasuk dalam kecamatan bojongsoang, Kabupaten Bandung, Dengan jumlah penduduk yang banyak, desa ini terbagi menjadi 19 RW dalam empat Kadus. Dan terdapat berbagai macam potensi di sana, khusunya dari beberapa UKM yang terbentuk dalam masyarakat, yaitu:

a. batu bata;
b. peternakan khususnya ikan;
c. petani;
d. aksesoris;
e. emas;
f. lilin;
g. kerupuk;
h. roti;
i. tahu;
j. rajut;
k. PDAM;
l. produksi barang bekas jadi lampu;
m. warung tenda biru, dll.

Rencana skema alur program desa Binaan


Keterangan Skema alur desa binaan

- Survei : Penelurusan dan penelitian tempat secara langsung mengenai kondisi dan situasi wilayah yang akan dijadikantempat dilaksanakan program desa binaan.
- Social mappig : melakukan pemetaan atau anlisa secara sistematis tenatang kondisi sosial masyarakat setempat
- Pengkajian : Mengkaji kembali hasil survey yang dan social maaping yang telah dilakukan, untuk seterusnya dijadikan sebagai patokan yang pasti untuk perencanaan program yang sesuai dengan hasil survy dan social mapping
- Perncanaan program : perencanaan dan perancangan program yang esuai dan cocok untuk dijalankan.
- Pelaksanaan program : Implementasi dari program yang telah dirancang dan direncanakan sebelumnya
- Evaluasi : tahapan peninjauan terhadap program-program yang telah dilaksanakan
- Menjadoi desa mandiri : tujuan Akhir dari Desa Binaan
- Perluasan Desa : thapan dimana desa yang dibina sudah menjadi desa mandiri, sehingga bisa dilakukan perluasan program ke aspek program yang lainnya.
Rencangan program acara dan jadwal acara yang akan dilaksanakan adalah adalah sebagai berikut :

1. Rancangan program acara
No. Nama Program Uraian Ket.
Ekonomi
1. Forum UKM Tempat sharing para pelaku UKM, untuk memetakan seluruh UKM yang terdapat di desa Bojongsari, sehingga mempermudah dalam memasarkan produk UKM. Bekerjasama dengan badan pemberdayaan masyarakat desa Bojongsari.
2. PMK (Pelatihan Menejerial Kewirausahaan) Pelatihan teknik manajemen UKM Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang managemen kewirausahan.
3. Teknologi Mutu peningkatan mutu UKM lewat teknologi baru Mengarahkan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang teknologi yang efektif dan efisien.
Pendidikan
 Orang tua
1. Anakku pintar Workshop pendidikan anak Memberikan seminar pengetahuan tentang pentingnya pendidikan untuk anak.
2. Siaga bencana Pelatihan tanggap bencana Menginformasikan tentang cara-cara bersiap-siaga terhadap bencana.
 Anak – anak
1. Sekolahku, Rumah keduaku Acara untuk memotivasi adik-adik (Kelas VI dan IX) untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih Memotivasi anak-anak usia sekolah untuk terus bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
 Pemuda
1. saya memang luar biasa sebuah acara untuk memberikan pengetahuan kepada para pemuda Memberikan pengetahuan dan motivasi untuk pemuda agar lebih kreatif, melatih kepemimpinan, dan membuka wawasan
2. Istana Hati sebuah program berbasis keagamaan Membekali para pemuda tentang keagamaan.
Lingkungan
1. Desaku Indah sebuah acara untuk memperindah desa dan lebih memperlihatkan profil desa,
beberapa diantaranya yaitu lomba menghias RW masing-masing, kata-kata selamat datang, dll. Menyemangati para warga supaya peduli dan mau mempercantik desa Bojongsari.
Kepemudaan
1. Turbosari (Turnamen Sepak Bola Bojongsari) Kejuaraan antar RW, terutama sepak bola Mengadakan pertandingan bidang olahraga antar warga Bojongsari, khususnya untuk para pemuda.
2. (FB) Festival BojongSari Pameran kreasi masyarakt Bojongsari Menawarkan kepada masyarakat untuk mengadakannya sebagai arana unjuk kreatifitas yang telah dibuat oleh warga Bojongsari.


c. Dokumentasi Kegiatan
Terlampir

g. Rincian Biaya
Kami mendapatkan dana sebesar Rp 25.000.000,- dari Pemprov Jabar. Namun untuk detail penggunaanya belum terperinci karena kegiatan tersebut baru akan berjalan.

h. Hambatan dan Solusi
Hambatan:
• Banyaknya hari libur dan padatnya jadwal akademik membuat pelaksanaan program menjadi diundur.
• Kurang rang gencarnya publikasi sebagai media pemberitahuan perekrutan OC.
• Tidak semua OC yang tidak ikut dalam acara Pleno 0 OC desbin.
• Adanya OC yang lupa untuk mengisi jadwal wawancara.

Solusi:
• Lebih digencarkan lagi dalam hal promosi untuk perekrutan OC desa binaan.
• Sebaiknya dilakukan pemberitahuan yang lebih kepada OC agar oc dapat hadir semua dalam pleno 0.
• Sebaiknya OC di ingatkan untuk mengisi jadwal wawancara.

i. Evaluasi
• Kurangnyawaktu dalam perekrutan OC.
• Keterbatasan SDM untuk mengurus secara lebih fokus pada poster, flayer sebagai media pemberitahuan perekrutan.
j. Rekomendasi
Berdasarkan pelaksanaan perekrutan OC Desa Binaanyang telah berlangsung, maka direkomendaikan beberapa hal berikut :
• Diharapkandilakukan persiapanyang lebih, terutama dalam hal pemberitahuan perekrutan OC lewat mading bem, poster, dan flayer.
• Sebaiknya acara ini kedepannya bisa berlanjut dan lebihterpublikasikandenganbaik.

k. Indikator Keberhasilan
 Sebanyak 60% dari warga yang diundang untuk mengikuti kegiatan Desa Binaan ini, ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
 Sebanyak 25% dari warga Desa Bojongsari telah mengimplementasikan kegiatan Desa Binaan ke dalam kehidupan sehari-hari.
4. Badan Tanggap Bencana
a. Latar Belakang
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani serangkaian aktivitas yang senantiasa dan sudah semestinya menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai bagian dari civitas akademika IT Telkom umumnya dan BEM KBM IT Telkom khususnya.
Sudah menjadi rahasia umum jika Indonesia adalah salah satu negara yang sangat sering dilanda bencana alam, khususnya di kabupaten bandung. Salah satu bencana alam yang sangat sering melanda Indonesia,khususnya kabupaten bandung adalah banjir. Melihat dari fakta tersebut maka pembentukan suatu team yang khusus untuk terjun langsung dalam penanggulangan bencana adalah salah satu solusi yang sangat tepat. Salah satu tujuan dari pembentukan team ini adalah untuk memfasilitasi civitas akademika yang ingin berpartisipasi dalam membantu penanggulangan bencana.
Untuk membentuk suatu tim yang khusus menanggapi bencana, maka di dibentuk suatu badan yang akan membentuk tim tersebut yang disebut BADAN TANGGAP BENCANA yang dibentuk dari kerja sama antara BEM, ASTACALA, dan KSR. Badan ini akan membentuk Tim yang langsung turun ketika bencana sedang terjadi, yang disebut TIM TANGGAP BENCANA. TIM TANGGAP BENCANA(TTB) adalah suatu tim independen yang telah diberikan pelatihan-pelatihan tentang kesiapsiagaan dalam tanggap bencana.


b. Tujuan
Membentuk team terlatih yang dapat langsung terjun menolong ke daerah bencana.

c. Penanggung Jawab

Muhamad Fadil Al-Anwary 111080150

d. Sasaran
Seluruh Mahasiswa IT Telkom

e. Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan pembentukan Badan Tanggap Bencana adalah 2 bulan, yaitu akhir bulan maret.

f. Indikator Keberhasilan
Indikator dari keberhasilan ini adalah terbentuknya tim yang terlatih untuk langsung terjun ke daerah bencana disaat terjadi bencana dan minimal anggota dari tim tersebut adalah 20 orang.

g. Realisasi
Selama 10 bulan berjalan, BTB telah melakukan berbagai kegiatan yang menyangkut bencana, yaitu:
• Pengiriman bantuan dan relawan ke bencana gempa dan tsunami di mentawai.
• Pengiriman bantuan dan relawan ke bencana meletus gunung merapi di Yogyakarta.
• Pengadaan pelatihan untuk anggota BTB.
h. Rincian Biaya
Berikut adalah rincian biaya yang telah BTB lakukan selama bencana gempa dan tsunami di mentawai dan meletusnya gunung merapi di yogyakarta:
PEMASUKAN DANA
Tanggal Keterangan Nominal
3/11/2010 Penggalangan Dana Gedung A dan B Rp 1,329,100.00
3/11/2010 Penggalangan Dana UKM Band @ Kantin Rp 1,231,500.00
3/11/2010 Himatel Rp 1,000,000.00
3/11/2010 Hamba Allah Rp 1,000,000.00
3/11/2010 Kumpulan Sumbangan Rp 1,485,500.00
3/11/2010 YPT (Pak Garis)
untuk mentawai Rp 500,000.00
untuk merapi Rp 500,000.00
4/11/2010 Penggalangan Dana Gedung A dan B Rp 913,300.00
5/11/2010 Transfer ATM dari Melisa Wahyuni Rp 240,313.00
6/11/2010 Transfer Hamba Allah
untuk merapi Rp 400,000.00
untuk mentawai Rp 400,000.00
7/11/2010 Transfer ATM dari Bu Endang Budiasih
untuk merapi Rp 300,000.00
untuk mentawai Rp 200,000.00
7/11/2010 Tansfer sumbangan untuk Mentawai Rp 500,000.00
9/11/2010 Penggalangan Dana Rp 559,500.00
Total Rp 10,559,213.00


PENGELUARAN DANA
Tanggal Keterangan Nominal
3/11/2010 Pengiriman 1 Relawan (Blasius Febrianus DW) Rp 400,000.00
5/11/2010 Belanja keperluan untuk dikirim ke Jogja Rp 506,175.00
6/11/2010 3 Lusin Handuk Rp 126,000.00
7/11/2010 Pengiriman Bantuan untuk ke Mentawai Rp 6,000,000.00
16/11/2010 Pengiriman dana operasional pulang Rp 800,000.00
8/11/2010 Pengiriman 1 Relawan (M Abie Yudha P) Rp 380,000.00
Total Rp 8,212,175.00


i. Hambatan dan Solusi

Selama menjalani kegiatan ini, banyak sekali hambatan-hambatan yang kami dapatkan, hambatan-hambatan itu adalah:

• Hambatan : Kurangnya koordinasi dengan UKM-UKM lain sehingga menghambat proses penggalangan dana dan penyaluran bantuan dan relawan.
Solusi : Mengajak langsung UKM-UKM dengan cara mengunjungi dan langsung mengajak UKM-UKM tersebut.

• Hambatan : Adanya bencana meletusnya gunung berapi di Yogyakarta dan Tsunami di Sumatra Barat, sehingga mengalihkan fokus kinerja personil BTB dari pengesahan SOP dan pelatihan-pelatihan yang telah direncanakan.
Solusi : Menunggu hingga bencana selesai dan relawan kembali.

• Hambatan : Mendapatkan izin dari kampus baik dari segi administrasi kuliah ataupun yang lainnya.

Solusi : Berkoordinasi dengan pihak kampus agar mendapatkan izin.

• Hambatan : Tidak dapat menjangkau tempat-tempat pengungsian, karena beberapa jalur terhalang banjir.

Solusi : Menggunakan perahu atau menitipkan pada petugas lapangan untuk menyampaikan bantuan ke tempat pengungsian.

j. Evaluasi

Evaluasi dari departemen pengmasy adalah waktu pelaksanaan pembentukan Badan Tanggap Bencana, pengesahan SOP, dan pelatihan relawan telah tercapai. Meski pengesahan SOP dan pelatihan relawan sempat tertunda. Hal tersebut diakibatkan karena banyaknya hambatan yang ada. Salah satu hambatan yang sangat mengganggu adalah bencana yang terjadi hampir bersamaan di Yogyakarta dan Sumatra Barat.

k. Rekomendasi

Departemen pengabdian masyarakat memberikan rekomendasi untuk pelaksanaan Program Kerja Badan Tanggap Bencana berikutnya, yaitu:

• Sebaiknya pelatihan-pelatihan untuk relawan terlatih di berikan secepatnya ketika sedang tidak ada bencana, karena bencana tidak bisa di tentukan.
• Ditingkatkan lagi kerja sama dengan UKM-UKM lain.
• Persiapan untuk mengadakan kegiatan lebih dipersiapkan lagi.
• Masing-masing orang yang terlibat dalam BTB harus memiliki kesiap-siagaan kapan saja, karena bencana itu tidak bisa di tentukan maupun diprediksi.

5. ISTANA ILMU
a. Latar Belakang
Sekarang ini masalah pendidikan dan khususnya masalah dalam hal minat membaca adalah masalah krusial bagi anak-anak generasi penerus bangsa, terutama yang terjadi di sekitar kampus ini. Maka dari itu, Kami dari Departemen Pengabdian Masyarakat mengadakan program ISTANA ILMU yang di dalamna ada griya baca.
b. Tujuan
Tujuan kami disini yakni untuk menambah minat membaca bagi anak-anak SD yang berada di sekitar kampus dan memberikan pelajaran dalam hal mengelola perpustakaan kepada anak-anak yang ditunjuk sebagai pengelola perpustakaan.
c. Penanggung Jawab
Angga Gumilang 112080191
Nova Rizqiana Dewi 111080281
Muhammad Fadhil 111080150
d. Sasaran
• Murid SDN 1 Sukabirus
• Murid SD Lengkong
• Murid SD 8 Dayaeuh kolot
• Murid SD 9 Dayaeuh kolot
• Murid SD 12 Dayaeuh kolot


e. Waktu Pelaksanaan
Program griya baca dilaksanakan pada tanggal 1 November 2010

f. Indikator Keberhasilan
• Minimal terdapat 10 orang sebagai anggota tetap griya baca istana ilmu.
• Minimal pada tiap hari peminjaman buku (Rabu, Kamis, Jum’at) terdapat 5 kali peminjaman buku.
• Adanya partisipasi yang dapat dilakukan oleh mahasiswa/I untuk griya baca, khususnya mahasiswa/i IT Telkom, seperti pemberian buku.

g. Realisasi
Program griya baca ini dilaksanakan setiap hari, namun dalam peraturan yang kami buat peminjaman buku dan pengembalian buku dilaksanakan pada hari rabu, kamis, jum’at.Griya baca ini dilaksanakan di SDN 1 Sukabirus. Program ini awalnya kami tujukan tidak hanya untuk anak-anak di SDN 1 Sukabirus saja, tetapi dikarenakan beberapa hal maka untuk saat ini kami hanya fokus kepada anak-anak yang berada di SDN 1 Sukabirus. Lalu pengelola yang kami tunjuk adalah anak-anak kelas 5 SDN 1 Sukabirus sebanyak 6 orang, yaitu :
• Agung setya
• Farhan
• Ilham
• Suhendar
• Ranti
• Sherly
• Nina

Griya baca ini juga melakukan pencarian buku dengan pemberitahuan melalui facebook dan kaskus, yang nantinya buku-buku ini ditujukan untuk diberikan ke griya baca yang berada SDN 1 Sukabirus, sampai dengan saat ini telah terdapat 6 penyumbang buku, yaitu :
• Megawati Mahasiswi IT TELKOM
• Demsy Setiawan Mahasiswa IT TELKOM
• Khairul Amri Masyarakat
• Nurul Yuniar Mahasiswi UGM Jogja
• Ade Dian F Mahasiswi IT TELKOM
• Devi Resmisari Masyarakat

Dan Jumlah buku yang disumbangkan kepada griya baca istana ilmu terdapat 196 buku yang tediri dari buku pelajaran dan buku pengetahuan umum (buku cerita,dll).
.
h. Rincian Biaya
Pemasukan
• YPT Rp 1.000.000,00
Pengeluaran
• Map 1 buah Rp 20.000,00
• Print, Fotokopi Rp 30.000,00

i. Hambatan dan Solusi
Hambatan
• Tempat pelaksanaan griya baca istana ilmu
Pada masalah tempat ini awalnya kami mendapatkan kendala dikarenakan dalam waktu dekat tempat yang awalnya kami inginkan jadi tempat perpustakaan akan diperbesar ruangannya.
• Sasaran anggota griya baca istana ilmu
Pada awalnya kami memberikan sasaran untuk griya baca ini ditujukan untuk SDN 1 sukabirus, SD Lengkong, SD 8, 9, 12 Dayeuhkolot, tetapi akhirnya untuk saat ini kami fokuskan kepada SDN 1 Sukabirus dikarenakan SD 8,9,12 Dayaeuhkolot ini sangat jauh jaraknya dengan tempat perpusnya, sehingga agak terkendalana dalam hal jarak, lalu SD Lengkong tidak kami fokuskan dikarenakan ternyata anak-anak yang sekolah di SD Lengkong, tempat tinggal jauh dari SDN 1 Sukabirus.
Solusi
• Kami tetap menata buku-bukunya di tempat tersebut dengan ijin dari sekolah sambil menunggu kapan bangunan tersebut akan di bangun dan untuk sekarang dikarenakan akan dibangun maka untuk sementara kegiatan griya baca dipindahkan ke ruangan yang lain dan atas ijin dari pihak sekolah juga.
• Kami memfokuskan kegiatan griya baca untuk anak-anak SDN 1 Sukabirus, mulai dari pengelola sampai anggota tetap griya baca istana ilmu.

j. Evaluasi
• Griya Baca
Dari.realisasi program griya baca, maka telah terlaksana dengan baik dan lancar dan hanya ada beberapa kendala yang dihadapi namun dapat tertanggulangi dengan baik.

k. Rekomendasi
• Griya Baca
Untuk rekomendasi ke depan, mungkin dalam penentuan tempat kalau bisa di tempat umum jadi masyarakat pun bisa datang, sehingga bukan dari anak-anak dari sekolah tertentu saja yang datang. Lalu kedepannya, harus dapat melakukan strategi-strategi yang dapat mengajak anak-anak untuk menambah minat dalam hal membaca, seperti mengadakan acara-acara untuk menambah minat baca anak-anak. Lalu mungkin bisa mengadakan kerjasama juga dengan pihak-pihak penerbit buku (gramedia,mizan,dll) untuk menambah koleksi buku di griya baca istana ilmu.


6. Mahasiswa Peduli Lingkungan
a. Pendahuluan
Mahasiswa sebagai agen perubahan bagi dirinya, orang lain dan lingkungannya diharapkan bisa berkontribusi bagi sekitarnya. Program mahasiswa peduli lingkungan merupakan aksi konkrit mahasiswa akan peranannya sebagai elemen masyarakat yang peduli akan kondisi lingkungannya. Program kerja Mahasiswa Peduli Lingkungan yang pada acara ini bertemakan “Giving to others” merupakan rangkaian acara yang diadakan atas kerjasama oleh IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom, dan LSM Global Peace Volunteer. Sebelum acara kerja bakti lingkungan ini berlangsung GPV mengadakan program Power Of Rupiah yang diselenggarakan di beberapa universitas Indonesia dan kalangan SMA beberapa tempat di Indonesia. Diteruskan oleh acara Global Peace Festival yang diadakan di Senayan sebagai bentuk aksi peduli untuk anak-anak miskin yang ada di seluruh Indonesia.
b. Tujuan
Program kerja ini bertujuan untuk memberikan solusi aktif dalam menyelesaikan masalah khususnya kebersihan dan pengelolaan sampah yang ada di sekitar kampus IT Telkom.

c. Penanggung Jawab
Condro Aji P (111080253)
d. Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom, dan warga sekitar.

e. Waktu Pelaksanaan
Hari / Tanggal : Minggu / 07 Oktober 2010
Tempat : Desa Lengkong, Desa Bojongsoang, Desa Citereup
Waktu : 08.00-13.00


f. Indikator Keberhasilan
1. Kondisi sungai menjadi relative lebih bersih dan sehat
2. Kegiatan tergerak oleh sekitar 50 mahasiswa dan sekitar 50 warga setempat-pihak lain

g. Realisasi
a. Tahap Persiapan
No. Tanggal Kegiatan
1. 10-12 September 2010 Pembentukan panitia
2. 16-18 September 2010 Pembuatan proposal
3. 18-20 September 2010

• Permohonan kerjasama & batuan ke Dinas Pekerjaan Umum
4. 20-23 September 2010 Pengajuan proposal ke Rektorat dan KBM
5. 25-29 September 2010 Koordinasi dengan tokoh masyarakat sekitar
6. 1-6 Oktober 2010 Publikasi
7. 7 Oktober 2010 Pelaksanaan kegiatan
8. 10 Oktober 2010 Pelaporan Kegiatan

b. Tahap Pelaksanaan
• Jumlah Peserta
Perwakilan mahasiswa : 62 Orang
Masyarakat : 27 Orang
• Pelaksanaan Acara
Acara ini dilaksanakan dengan membentuk kepanitiaan dan diselenggarakan dengan susunan acara sebagai berikut
08.00-08.15 Pembukaan oleh ketua panitia
08.15-08.20 Sambutan Presma
08.20-08.30 Sambutan Tokoh Masyarakat
08.30-08.35 Pembukaan dengan simbolisasi
08.35-08.45 Pengarahan dan pembagian tugas kerja bakti
08.45-11.30 Kerja bakti lingkungan
11.30-12.00 Break+hiburan musik
12.00-12.45 Refleksi peserta kegiatan+makan bersama
12.50 Penutupan
c. Dokumentasi Kegiatan
Terlampir

h. Rincian Biaya
PENGELUARAN
NO KETERANGAN Unit JUMLAH
1 Trash Back 100 Rp 100.000,00
2 KONSUMSI
Aqua dus 10 Rp 120.000 ,00
Nasi bungkus 100bungkus Rp 800.000,00
3 Baliho 1 Rp 150.000,00
4 Panggung+sound system 1 paket Rp 2.000.000,00
5 Administrasi - Rp 50.000,00
6 Pengadaan tempat sampah Batu bata 500 ,semen 2 sak,pasir 1 coal,kawat 0.5 m Rp.2.500.000,00
7 Perkakas kebersihan 3 sekop,20 sapu lidi, 50 sarung tangan Rp 300.000,00
TOTAL Rp 5.300.000,00
i.
j.
PEMASUKAN
NO KETERANGAN JUMLAH
1 KBM IM Telkom Rp 300.000,00
2 Lain-lain Rp5.000.000,00
TOTAL Rp 5.300.000
k.
l.

i. Hambatan dan Solusi
Hambatan:
1) Kurangnya koordinasi dengan masyarakat sekitar sehingga menyebabkan kesalah pahaman dalam mengadakan revitalisasi tempat sampah.
2) Kurangnya publikasi ke mahasiswa IT Telkom,Im Telkom,dan Politeknik Telkom sehingga menyebabkan kurangnya sumberdaya manusia dalam kerja bakti lingkungan ini.
3) Adanya kecemburuan sosial antar desa dalam pengadaan infrastruktur kebersihan desa.
4) Ketidakmaksimalan perizinan logistik sehingga masih mempersiapkan listrik di hari H.
Solusi:
1) Koordinasi dengan tokoh masyarakat sekitar dilakukan jauh-jauh hari dan intensif dilakukan secara merata ke semua desa sekitar kampus.
2) Publikasi diperluas hingga ke dunia maya agar semua mahasiswa ikut terlibat.
3) Menengahi segala persoalan dengan melihat sama ke seluruh desa di sekitar kampus karena persoalan di setiap desa tidaklah sama.
4) Perizinan listrik dilakukan dengan meminta bantuan listrik fasilitas umum seperti masjid,sekolahan,taman bacaan,dll.

j. Evaluasi
1. Kurangnya persiapan dalam perizinan dan pengadaan logistik dikarenakan keterbatasan sumberdaya panitia
2. Keterbatasannya dana untuk mengadakan acara
3. Keterbatasan waktu untuk menyelenggarakan kegiatan

k. Rekomendasi
Berdasarkan pelaksanaan acara Mahasiswa Peduli Lingkungan
yang telah berlangsung, maka direkomendaikan beberapa hal berikut :
1. Diharapkan dilakukan persiapan acara yang matang dan konsolidasi terlebih dahulu ke tokoh masyarakat baik RW,RT maupun masyarakat pada umumnya secara intensif
2. Sebaiknya acara ini ke depannya bisa berlanjut dan lebih terpublikasikan dengan baik.
3. Acara ini bisa di ikuti oleh setiap elemen masyarakat baik mahasiswa,tokoh masyarakat,pemuda karang taruna desa dan masyarakat umum.
4. Acara ini dilakukan secara berkala.

D. Analisis Umum
Selama kepengurusan kabinet BEM KBM 2010 berlangsung, kami memiliki sebuah tagline “Terus Bersinergi untuk Peduli” berdasar penilaian kami, kinerja kami sudah cukup bagus karena sebagian besar deskripsi kerja sudah dapat terlaksana yaitu peran serta mahasiswa dalam kegiatan kemasyarakat meningkat, inti terbukti dengan kegiatan pemberian bantuan terhadap bencana Merapi dan Mentawai, selain itu ada juga Istana Ilmu yang mampu menjadi oase terkait ilmu di masyarakat, kegiatan Mahasiswa Peduli Lingkungan yang mampu menjadi solusi terkait sampah di daerah sekitar khususnya RW 1 Lengkong, dan Kegiatan Penandatanganan Deklarasi yang harapannya dapat menyelesaikan beberapa permasalahan mahasiswa yang muncul di masyarakat.

E. Evaluasi Umum
Dari awal kepengurusan hingga tengah kepengurusan, kinerja sudah cukup baik, karena kinerja kami sudah memperlihatkan beberapa hasil seperti Istana Ilmu, dll, tapi memang ada beberapa evaluasi:
• Ketika kami sudah menetapkan timeline tiap kegiatan, ternyata beberapa agenda terpaksa diundur karena beberapa alasan, bencana Merapi dan Mentawai yang memaksa kami untuk cukup fokus di sana, selain itu untuk program MPL terjadi pengunduran karena ada pihak-pihak yang diajak bekerja sama ternyata meminta untuk menunda dan hasil rapat juga memutuskan hasil yang sama.
• Ada kegiatan yang bersinergi, tapi karena atas kesepakatan pihak terkait, maka acara tersebut ditunda.

F. Rekomendasi Umum
• Timeline tiap kegiatan harap benar-benar diperhatikan
• Diawal tidak prioritas pada proker terlebih dahhulu, tapi tergantung visi, dan pembuatan visi tergantung pada kebutuhan
• Internal departemen, seperti penomoran surat, pengeluaran, tugas kerja perlu dirapikan lagi
• Sering sharing dengan senior, organisasi lain yang sevisi, atau lembaga terkait, karena mungkin saja ada program yang bisa dikerjakan bersamaan.
• Lebih membuka jaringan, baik dengan internal KBM, yayasan, perusahaan, dll, agar terus bersinergi.

G. Penutup
Semoga apa yang telah kami lakukan bisa bermanfaat dan yang akan kami lakukan berupa cita-cita bisa terealisasi. Dan semoga Allah SWT meridhoi sehingga ini semua bisa bermanfat untuk Indonesia, khususnya untuk masyarakat, dan civitas akademik. Amin... Mari terus berjuang untuk mewujudkan Indonesia mandiri!

Terus Bersinergi untuk Peduli!
Salam Gerakan Pengabdi Masyarakat!

BEM 2010



keluarga kabinet Perjuangan BEM 2010
oo....
BEM periode terakhirku...
bersyukur bisa berjuang bersama
insyaAllah sahabatku akan melanjutkan perjuangan kami...

keluarga pengmasy 2010


keluargaku, sahabatku, rekan perjuanngan J102 periode 2010

bencana, kepedulian...

kontribusi KBM IT Telkom untuk Bencana

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Indonesia adalah negara yang kaya dengan alamnya mulai dari gunung, laut, dan hasil bumi. Alam bisa bersahabat dan juga bisa kurang bersahabat dengan kita, dan saat ini alam sepertinya sedang kurang bersahabat dengan kita. Ketika kita sedang melakukan UTS dan disibukkan dengan aktifitas UTS, ternyata seperti yang sudah kita ketahui melalui berbagai media, mulai dari internet, dan televisi bahwa terjadi bencana letusan Gunung Merapi di Yogyakarta dan bencana tsunami di Mentawai. Kita, Keluarga Besar Mahasiswa IT Telkom (KBM IT Telkom) melalui Badan Tanggap Bencana Keluarga Besar Mahasiswa IT Tekom (BTB KBM IT Telkom) juga akan terus bergerak untuk turut memberikan kontribusi sebagai bentuk kepedulian kita pada saudara-saudara kita di negeri ini. Ditengah UTS, tepatnya tanggal 30 Oktober 2010 kita telah mengadakan rapat konsolidasi dengan para ketua ormawa IT Telkom untuk membicarakan kontribusi kita, dan menghasilkan beberapa keputusan:
1. Melakukan penggalangan dana untuk Merapi dan Mentawai
Penggalangan dana ini dilakukan di civitas akademia IT Telkom mahasiswa, dosen, dan pihak-pihak lain. Penggalangan ini dilakukan di kelas (mulai Rabu, 031110), di beberapa area kampus(gedung kuliah, gedung lab, learning center, dll), lewat milis dosen(dengan bantuan Bu Endang Budiasih). Selain itu pada Rabu, 3 November 2010, kami juga akan mengadakan penggalangan dana di kantin bersama UKM Band serta galeri informasi bencana dan pengumpulan bantuan di tengah gedung B.
Jadi untuk teman-teman yang ingin membantu, bila dalam bentuk uang bisa dikirim ke rekening 1310006213005 a.n. MuhammadFadhil Al-anwary, bantuan lain seperti baju bisa langsung dibawa ke sekre BEM IT Telkom.
2. Mengirim relawan ke Mentawai
Selain melakukan penggalanga dana, kami juga mengirim dana ke Mentawai. Kenapa Mentawai? Karena beberapa pertimbangan, yaitu bila di Merapi sudah banyak bantuan, dan relawan, tapi untuk mentawai, hanya sedikit relawan yang berada disana dan bantuan yang masuk disanapun sedikit. Maka dari itu, kami memutuskan untuk mengirim relawan ke Mentawai.
Sudah cukuplah kita mendapat begitu banyak informasi dari televisi, internet, dll, sekarang saatnyalah kita tunjukkan kepedulian kita lewat aksi nyata. Untuk itu, kami mengajak seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam aksi kepedulian ini. InsyaAllah apapun yang kita lakukan dan atau kita berikan bisa bermanfaat untuk orang lain, tidak perlu berpikir yang kita berikan itu kecil, atau sedikit yang terpenting bukanlah besar atau kecil tapi keikhlasan kita. Lebih baik lagi kalau besar dan ikhlas, :D. Karena, “Sedikit dari kita, sangat berarti untuk mereka.”
Kami mengajak, anda yang memutuskan!
Terus Bersinergi dalam bergerak!
Salam Perjuangan!
a.n.Keluarga Besar Mahasiswa IT Telkom

Review Badan Tanggap Bencana KBM IT Telkom


Review Badan Tanggap Bencana KBM IT Telkom
Peduli Merapi dan Mentawai

Bencana kembali Melanda Indonesia, tepatnya 26 Oktober 2010, ketika kita sedang melakukan melakukan UTS. Saya akan mecoba mereview apa yang sudah kami lakukan.
1. Akhirnya pada 27 Oktober 2010 Badan Tanggap Bencana(yang saat itu kumpul adalah dari BEM, KSR, dan Asatacala) berkumpul untuk membicarakan kontribusi kita, Badan Tanggap Bencana atas terjadinya bencana, dan muncul keputusan bahwa kita hanya melakukan penggalangan dana. Karena kondisi masih UTS, maka penggalangan dana hanya masih meletakkan kardus di tengah gedung A dan B.

2. Pada 30 Oktober melakukan kumpul seluruh ketua ormawa, untuk membahas apa kontribusi Keluarga Besar Mahasiswa atas bencana ini. Dan saat itu ternyata melahirkan keputusan yang berbeda, yaitu:
a) Melakukan penggalangan dana untuk Merapi dan Mentawai
Penggalangan dana ini dilakukan di civitas akademia IT Telkom mahasiswa, dosen, dan pihak-pihak lain. Penggalangan ini dilakukan di pasar kaget (31 Nopember 2010) kelas (mulai Rabu, 031110), di beberapa area kampus(gedung kuliah, gedung lab, learning center, dll), lewat milis dosen(dengan bantuan Bu Endang Budiasih). Selain itu pada Rabu, 3 November 2010, kami juga akan mengadakan penggalangan dana di kantin bersama UKM Band serta galeri informasi bencana dan pengumpulan bantuan di tengah gedung B.
b) Mengirim relawan ke Mentawai
Selain melakukan penggalanga dana, kami juga mengirim dana ke Mentawai. Kenapa Mentawai? Karena beberapa pertimbangan, yaitu bila di Merapi sudah banyak bantuan, dan relawan, tapi untuk mentawai, hanya sedikit relawan yang berada disana dan bantuan yang masuk disanapun sedikit. Maka dari itu, kami memutuskan untuk mengirim relawan ke Mentawai.

3. Pada 31 Oktober tim perintis berangkat ke jakarta untuk mencari kendaraan ke Padang atau Mentawai untuk relawan. Tim perintis itu adalah Blasius (Astacala) dan Miftah (KSR PMI).

4. Pada 2 Nopember 2010, ada tim perintis yang berangkat ke Padang untuk mencari jaringan relawan kita akan merapat kemana. Tim itu adalah Blasius(Astacala).

5. Setelah hari itu, tim Fungsional Badan Tanggap Bencana (BEM, KSR, dan Astacala) beberapa kali mengadakan rapat untuk membicarakan tentang relawan, pemberangkatan dll. Melihat kondisi Merapi makin mengganas, dan ada beberapa relawan di Mentawai yang dipulangkan karena kondisi di Mentawai yang kurang kondusif akhirnya, dan tambahan informasi dari Blasius. Pada 5 Nopember 2010 tim Fungsional kembali mengadakan rapat, dari rapat itu memutuskan bahwa kita tidak jadi memberangkatkan relawan ke Mentawai tapi hanya mengirimkan bantuan(yang nanti akan dibagikan oleh Blasius yang sudah berada di Padang) dan kita akan mengirim relawan ke Merapi.

6. Pada 6 Nopember 2010, dua rekan(Yanuar dan Angga) dari BEM berangkat ke UGM untuk mengirim bantuan berupa baju bekas, makanan bayi, perlengkapan sanitasi, perlengkapan wanita, dll.

7. Pada 7 Nopember, sudah ada 4 orang relawan dari Astacala yang berangkat ke Klaten sebagai tim perintis. Mereka adalah Bayu Wicaksono, Deni Permasadi, Wisnu Angga Firdy, Widi Hidayat.

8. Untuk membantu rekan kita membeli dan membagikan bantuan ke korban Mentawai yang berada di Padang, akhirnya pada 8 Nopember 2010 ada satu orang relawan yang diberangkatkan ke Padang, a.n. Abi(KSR).

9. Pada 9 Nopember 2010 muncul pembicaraan dengan teman-teman Pramuka bahwa mereka siap untuk diberangktakan. Dan tadi malam sudah ada sekitar 13 relawan yang berangkat.



Banyak sudah yang bergerak untuk membantu, apakah kita hanya akan terdiam?

Kami masih menerima bantuan dari teman-teman:
Jadi untuk teman-teman yang ingin membantu, bila dalam bentuk uang bisa dikirim ke rekening 1310006213005 a.n. MuhammadFadhil Al-anwary, bantuan lain seperti baju bisa langsung dibawa ke sekre BEM IT Telkom.
Semoga niat kita membantu para korban senantiasa diluruskan, bukan karena lambang atau sejenisnya.

Terus Bersinergi untuk Peduli
Badan Tanggap Bencana KBM IT Telkom
a.n. Keluarga Besar Mahasiswa

Badan Tanggap Bencana dan Tim Tanggap Bencana IT Telkom


Badan Tanggap Bencana dan Tim Tanggap Bencana IT Telkom

Apa sih Tim Tanggap Bencana IT Telkom?
Badan Tanggap Bencana adalah suatu wadah yang diinisiasi oleh BEM dibawah Departemen Pegabdian Masyarakat, KSR, dan Astacala, tetapi tidak menutup kemungkinan Ormawa lain untuk bergabung dalam Badan Tanggap Bencana. Dilihat dari namanya sudah sangat ketahuan bahwa inilah yang nantinya akan mengkoordinasikan hal-hal yang terkait dengan bencana tersebut, mulai dari publikasi tentang kondisi bencana di suatu temapat, dan terjun ke lapangan ketika ada musibah atau bencana di Indonesia, khususnya di Kabupaten bandung.
Sejarah Berdirinya?
Ketika masa kepengurusan BEM 2009, tiga lembaga(BEM, Astacala, KSR) sepakat untuk membuat sebuah pusat koordinasi di IT Telkom yang sigap apabila terjadi bencana di Indonesia khususnya di Kabupaten Bandung. Akhirnya diadakanlah beberapa rapat untuk mematangkan rencana ini, begitu banyak ide-ide membangun yang muncul. Tetapi sayang, ketika pembentukan dan perencanaan badan ini belum benar-benar selesai ternyata masa kepengurusan BEM telah habis, yang ini berarti para pejuang pengabdi masyarakat harus berganti aktor. Dimana dalam pergantian aktor pejuang tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama mulai rekruitasi, pelantikan, dll, karena beberapa hal tersebut jadi sempat hilang hubungan terkait badan ini. Ketika terjadi banjir di Baleendah, Dayeuhkolot, dan bahkan daerah terdekat kita, Sukabirus, akhirnya inisiasi tentang pendirian badan ini kembali menguat, dan akhirnya tepatnya pada Senin, 15 Februari 2010 terjadi serah terima antara pengurus BEM 2009 ke BEM 2010 tentang Badan ini, dan saat itu juga badan ini mulai menyusun rencana untuk menanggapi kasus banjir ini. Dan langkah malam itu juga adalah melakukan proses assesment(pendataan). Hari dan tanggal itu akan menjadi sebuah momen untuk semakin memberi yang terbaik dari apa yang bisa kita lakukan.
Bedanya apa antara Badan dan Tim?
Badan Tanggap Bencana adalah suatu wadah yang akan membentuk tim tanggap bencana, dimana nantinya setelah terbentuk tim tersebut akan ada pelatihan dan persiapan terkait tentang tanggap bencana, mulai assesment(pendataan), pendirian dapur umum, dll.
Sedangkan Tim Tanggap Bencana adalah Tim hasil bentukan Badan Tanggap Bencana, yang nantinya akan mendapat pelatihan dan akan terjun langsung ke lokasi bencana, siapapun bisa bergabung dalam Tim ini asalkan lolos tahap seleksi yang akan diatur olen Badan Tanggap Bencana.
Lalu, bagaimana dengan struktur dari badan ini?
Ini adalah struktur sementara(masih mungkin ada beberapa perubahan) dari Badan Tanggap Bencana ini:
Koordinator : Muhammad Fadhil, erwakilan dari BEM
Sekretaris : Elya, perwakilan dari Astacala
Bendahara : Dinda, perwakilan dari BEM
Diklat : Endang, perwakilan dari KSR
Operasional : Eko, perwakilan dari Astacala
Logistik : Vemy, perwakilan dari KSR
Humas : Bertiany, perwakilan dari Astacala
Apakah tujuan dibentuknya Badan dan Tim ini?
Ketika kita menghasilkan sesuatu tentunya kita memiliki latar belakang, begitu juga dengan Badan dan tim ini, beberapa tujuannya yaitu:
1. Ada pusat koordinasi ketika ada bencana terjadi, bencana selalu datang tiba-tiba, saat itu muncullah panggilan hati untuk bersegera untuk membantu, mulai dari penggalangan dana, turun ke lapangan, dll. Tapi gerakan-gerakan mulia itu belum bulat menjadi satu suara, jadi badan dan tim ini berusaha memfasilitasi dan menampung berbagai bantuan dari rekan It Telkom, baik itu lembaga ataupun perseorangan.
Karena kita Satu Indonesia! Satu It Telkom!
2. Membentuk orang yag terlatih untuk terjun ke lapangan, ketika bencana terjadi tentunya disana akan membutuhkan banyak tenaga, sehingga terkadang ketika kita di lapangan dan belum memiliki ilmunya tentu akan menyusahkan kerja kita saat itu. Sehingga tentu saja ini menambah jumlah relawan yang siap turun lapangan.
3. Mesinergikan mahasiswa IT Telkom, dimulai dari sinergi lembaga-lembaga di KBM.
Bagaimana respon Badan ini terhadap bencana banjir kali ini?
Sehubungan dengan waktu yang sangat mendadak, sehingga semenjak serah terima, reken-rekan di badan tanggap bencana menyepakati bahwa dalam menyikapi banjir ini mereka masih ingin menamakan Tim Tanggap Bencana, karena mereka nantinya akan langsung terjun ke lapangan. Langkah pertama kali Tim ini adalah assesment korban banjir di daerah sekitar kampus, Sukabirus, setelah melakukan pendataan lalu disusunlah beberapa langkah yang memang menjadi kebutuhan dari korban tersebut, dan diputuskan bahwa teman-teman tim tanggap bencana akan memberikan sembako. Ini didasarkan karena para korban memang membutuhkan barang mentah.
Informasi, apabila rekan-rekan ingin memberikan sumbangannya bisa diberikan ke Tim Tanggap Bencana ini.
(c4)

Baleendah dan Dayeuhkolot Kembali Tergenang

Baleendah dan Dayeuhkolot Kembali Tergenang
Musim hujan telah tiba, hampir setiap hari hujan terus membasahi bumi Paris Van Java ini. Sampai air di sungai Cienteung dan sungai citarum sudah tidak mampu menampung air dan akhirnya meluapkan air tersebut hingga ke jalan-jalan, rumah, dan berbagai tempat di kecamatan Dayeuhkolot dan kecamatan Baleendah. Dilansir dari detik.com tercatat bahwa pada 6 Februari 2010 sebanyak 6.500 rumah yang berasal dari dua kelurahandi kecamatan Baleendah, kabupaten bandung terendambanjir akibat luapan sungai Citarum. Dan pada tanggal yang sama, jumlah sekolah yang terendam ada tiga sekolah dari dua kelurahan, di kelurahan Andir da dua sekolah dan di Kelurahan Baleendah ada satu sekolah. Saat itu pengungsi dari dua kelurahan itu mencapai 1.998 orang dan mereka ditempatkan di 7 titik.
Dan di daerah yang paling dekat kampus kita, Dayeuhkolot juga merasakan hal yang sama, sehingga dibukalah posko banjir di kecamatan dayeuhkolot dan ditutup pada 11 Februari karena air sudah mulai turun. Ternyata dua hari setelah penutupan posko itu, hujan terus turun dan pada 13 Februari 2010 air kembali naik, kali ini air meningkat hingga 40 cm. Sehingga PMI yang bekerjasama dengan rekan-rekan KSR PMI unit IT Telkom kembali membuka posko banjir, tapi kali ini posko tersebut didirikan di PLN Dayeuhkolot. Banjir ini mengakibatkan jumlah pengungsi kembali meningkat, pada 14 Februari 2010, data KSR PMI unit IT Telkom menunjukkan bahwa ada 710 korban yang mengungsi yang terbagi menjadi 9 titik. Yaitu Posko RW14 189 jiwa, masjid hidayatul Islam 101 jiwa, Masjid Al-hilmi RW14 93 jiwa, masjid PLN dayeuhkolot 42 jiwa, Madrasah 10 jiwa, koramil 25 jiwa, kantor kecamatan Dayeuhkolot 35 jiwa, Masjid Argadinata 67 jiwa, Mustofa 148 jiwa.
Bencana itu mulai terjadi sebelum kita melakukan registrasi semester genap, saat kebanyakan dari mahasiswa di kampus kita pulang ke kampung halaman untuk menikmati liburan. Tetapi berbeda dengan yang lain, saat itu dengan sigap teman-teman kita di Korps Sukarela PMI unit IT Telkom(KSR PMI unit IT Telkom) bersama dengan PMI Kebupaten Bandung terjun untuk membantu para korban banjir, mulai dari proses assestment(pendataan) korban dan pendirian Dapur Umum(DU). Mereka seakan lupa dengan masa liburan kulyah. Teman-teman di Dapur Umum memasak dua kali dalam sehari, mulai jam14.00 untuk menediakan makan malam dan jam02.00 untuk menyediakan makan pagi. Sampai 14 Februari 2010, data bantuan yang masuk ke KSR PMI unit IT Telkom berupa tenaga dari teman-teman BEM, SKI, dan beberapa relawan yang membawa nama pribadi dan bantuan berupa uang dari DPM Rp 107.300, HMTI Rp 530.000, NN Rp 500.000, dan data-data tersebut bisa dilihat di depan sekre KSR, karen data di depan sekre tersebut setiap harinya terus diupdate.
Menariknya, teman-teman relawan menyedikan makanan bagi orang-orang yang sesungguhnya tidak mereka kenal. Yang pasti mereka merelakan waktu untuk orang lain. Terutama pada dini hari, ketika kebanyakan kita sedang berselimut dari kedinginan, tapi rekan-rekan relawan sudah stand by di posko untuk memulai masak. Apa yang mereka cari?
“Ketika pertama kali jadi relawan, saya bingung mau membantu apa? Tapi ternyata ketika kita sudah memiliki niat, pasti ada yang bisa kita lakukan, walaupun hanya memasukkan telur ke dalam bungkusan nasi, tapi itu ternyata bisa membuahkan sesuatu yang berguna untuk orang lain, apalagi ketika melihat senyum mereka, seakan semua capek kita tidak ada apa-apanya.” Kata Andri, pengurus BEM 2010 staf Departemen Pengabdian Masyarakat yang dua kali ikut menjadi relawan di posko banjir ini.
Itu adalah salah satu ungkapan seorang relawan yang padahal beliau baru pertama kali turun pada bencana banjir. Ya, kepuasan untuk memberi, kepuasan karena sudah melakukan hal berguna untuk orang lain, dan kepuasan batin, ternyata itulah yang mereka cari. Ternyata, apabila kita mau sedikit peduli, sebenarnya begitu banyak hal yang bisa kita lakukan untuk orang lain sesuai kemampuan kita, yang di Lab mungkin membuat riset untuk masyarakat dan yang di organisasi semakin mengabdikan diri untuk memudahkan langkah orang lain. Mari terus berjuang untuk jadi orang yang berguna untuk orang lain, agar kita bisa terus memberikan manfaat untuk orang lain.
Dan ternyata, pada 15 Februari 2010, banjir meluap hingga di daerah sekitar IT Telkom, data yang masuk sampai pukul 21.40, ada 33 KK di wilayah RT04 RW15 yang menjadi korban, dan sebelumnya pada pukul 21.30, teman-teman BEM, KSR, dan Astacala mengadakan pertemuan tentang Tim Tanggap Bencana, hingga merumuskan beberapa langkah untuk membantu saudara-saudara kita tersebut. Sekarang saatnya kita semua bersinergi dan bergerak untuk membantu saudara-saudara kita!
Terus Berjuang!
Terus Menginspirasi!
Salam Perjuangan Para Pemuda!